Diburu Sampai ke Jambi Polda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Guru Besar Tetap Universitas Negeri Medan MPd menegaskan, selama tahun 2016 wajah pendidikan di Sumatera Utara biasa-biasa saja.
“Artinya tak ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Misalnya kemarin kita mampu meloloskan dua peserta di olimpiade sain, tahun ini juga begitu. Tak ada lompatan yang signifikan yang membuat bangga pendidikan di Sumut ini,” tegas Syaiful Sagala pada SUMUT24, Kamis (22/12).
“Yang signifikan hanya pemindahan SMA/SMK ke propinsi. Itu perubahan besar yang belum pernah terjadi dan ini menambah kewibawaan sekolah karena menjadi sekolah propinsi. Begitu juga dengan gurunya,” tambah Sagala menambahi.
Namun gubes yang sering menjadi narsum ini, tak menampik permasalahan juga pasti akan banyak. Terutama pengelolaan SDM di propinsi. Kesanggupan propinsi terutama Dinas Pendidikan Sumut, mengelola dan membina sekolah-sekolah ini masih makan dipertanyakan. Mengingat, selama ini Disdiksu tidak “dikomandoi” oleh orang yang tepat. Bahkan sampai saat ini masih pelaksana tugas.
“Sementara ujian nasional sebentar lagi sudah di depan mata, namun siapa kepala dinas yang defenitif sampai saat ini tak ada gambaran,” papar Sagala.
Mengenai UN, prestasinya tak jauh berbeda dengan tahun kemarin. Sumut belum bisa berbicara secara nasional. Peningkatan prestasi tak berjalan sesuai harapan. Bahkan, tak merata.
“Jika sekolah swasta elit melihat UN bukanlah sosok yang ditakuti, berbeda dengan sekolah negeri elit yang melihat UN sebagai kegiatan yang perlu diantisipasi dengan keseriusan tingkat tinggi. Sehingga siswa di doktrin harus begini- begitu jika ingin lulus. Bahkan, uniknya pakai doa bersama dan entah apalagi,” lanjut Sagala.
Kompetensi guru juga demikian, belum menunjukkan signifikasi yang memadai. Masih banyak guru yang belum bersertifikasi dan status yang tak jelas.
Semua itu masih perlu pembenahan. Menurut Syaiful ada beberapa hal yang perlu mendapat penekanan ke depannya yakni, pembenahan pada penempatan kepala sekolah. “Kepala sekolah jangan diperjualbelikan. Tempatkanlah orang berprestasi. Nanti kalau orang yang membayar ditempatkan di sekolah. Hasilnya seperti pejabat yang korup itu. Dia harus menggembalikan uang tersebut. Jangan-jangan uang yang dipergunakan untuk mendapatkan jabatan itu hutang. Gawatlah jadinya,” ujar Sagala.
Kemudian penempatan pengawas sekolah, jangan orang buangan saja. Karena pengawas sekolah, selama ini identik dengan “orang buangan”. Padahal tugas seorang pengawas sekolah sangatlah mulia. Dia yang mengawasi proses belajar mengajar di sekolah, pengawas menjadi garda terdepan sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap sekolah.
“Namun uniknya, pengawas sekolah justru menjadi orang yang ditakuti pihak sekolah. Sekolah takut, pelanggaran yang terjadi di sekolah terbongkar. Misalnya penggunaan dana BOS. Akibatnya apa, setiap pengawas datang, pulangnya pasti mendapat oleh-oleh,” jelas Sagala.
Mengenai Komite Sekolah (KS) menurut Syaiful Sagala belum bisa dihapuskan begitu saja, meski ada APBD mendukungnya. “Masalahnya, selama ini dana KS banyak “dimakan” oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab. Oleh karena itu saya sarankan, jangan mencari makan di sekolah. Setiap dana yang dicurahkan untuk sekolah seharusnya untuk sekolah saja, jangan dimakan,” tegas Sagala seraya menambahkan laboratorium dan perpustakaan sekolah perlu diaktifkan. Jangan hanya kursi kosong saja, tanpa ada sarana dan prasarana pendukung. (R05)
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
Bentrok Pemuda di Pancur Batu Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah.
kota
Ketika Bebas Visa Menjadi Celah Judi Online Alarm Baru Kedaulatan Digital Indonesia
kota
KOMNAS PA Pusat Berikan Penghargaan kepada Polsek Pantai Labu atas Kepedulian dan Perlindungan terhadap Anak serta Guru Tahfiz Qur&rsquoan
kota
116 Pengedar dan Pengguna Narkoba Diciduk, Polda Sumut Bakar 21 Barak Narkoba dalam Dua Hari
kota
Polsek Tanjung Morawa Amankan Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor
kota
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
Wali Kota menerima piagam penghargaan dari BKPRMI atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemu
kota
Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
kota
Dompet Dhuafa Waspada Resmikan Dua Wakaf Sumur di Tapanuli SelatanSumatera utarasumut24.co Dompet Dhuafa Waspada meresmikan dua program Wak
News