Wihaji Dorong Gen Z Tak Sekadar Siap Kerja, tapi Juga Siap Hidup
JAKARTA, SUMUT24.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mendorong generasi Z memiliki kesiapan yang lebih luas
News
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution menyerahkan penindakan tujuh sekolah yang dilaporkan Ombudsman RI akibat pungli kepada Inspektorat.
“Kita serahkan ke Inspektorat, biar diselesaikan oleh Inspektorat saja,” ujar Akhyar Nasution di sela-sela peninjauan drainase di kawasan Padang Bulan, Medan, Rabu (9/11).
Saat ditanya apa tindakan yang akan dilakukan oleh pihaknya, Akhyar hanya mengatakan tindakan internal.
“Kita lihat dulu ya! Kita periksa dulu. Kalau memang terbukti biarkan internal saja,” tambahnya. Turun ke SMAN 4 dan Temui Ortu Siswa
Sementara itu, Kepala Inspektorat Medan Farid Wajedi mengaku telah menindaklanjuti informasi yang dilaporkan oleh Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar tentang tujuh sekolah yang melakukan pungli.
“Iya, sudah ada. Tim sedang turun ke sekolah saat ini. Kita tunggu hasil penelusuran dari teman-teman ya,” katanya via telepon, Rabu (9/11). Farid mengungkapkan, kepala sekolah yang terbukti akan diberikan sanksi sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
“Kita lihat dulu hasilnya. Kalau memang sudah berat bisa sampai pemecatan atau pun di pindahtugaskan. Dan bisa diberikan sanksi ringan,” katanya.
Lanjut Wajedi, pemeriksaan juga akan dilakukan bagi orangtua murid. “Bukan hanya kepala sekolah. Anggota turun ke sekolah menanyakan ke orangtua murid,” katanya.
Beberapa hari lalu, Pimpinan Ombudsman perwakilan Sumut, Abyadi Siregar telah menyerahkan tujuh nama sekolah yang menggelar pungli.
Ada pun sekolah yang menggelar pungutan liar ke siswa, yakni SMAN 4, SMAN 10, SMAN 15, SMAN 13, SMAN 12, dan SMPN 10.
“Kami minta segera Pak Wali tindaklanjuti laporan ini. Seperti yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung. Jangan dibiar-biarkan,” kata Abyadi Siregar. Kepsek SMAN 4 Tak Tahu Dilaporkan ke Wali Kota
Satu dari enam sekolah tersebut yakni, SMA Negeri 4 Medan yang menggelar pungutan uang komite. Hubungan Masyarakat SMA N 4 Medan, Marisda Sipayung mengakui pernah didatangi Ombudsman.
“Kami mengutip uang komite Rp 100 Ribu perbulan. Kami paling murah dari sekolah yang lain,” katanya seraya mengatakan tak mengetahui sekolahnya dilaporkan ke Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, di Sekolah SMA Negeri 4 Medan, Jalan Gelas, Gatot Subroto, Medan, Selasa (8/11).
Selain itu, siswa kelas XII MIA 6, Monni Nainggolan juga tak mengetahui tempatnya menempuh pendidikan saat ini telah dilaporkan. Namun, ia mengakui adanya pungutan uang komite.
“Memang ada. Uang komite 100 ribu. Lalu, beli baju sekolah itu pas baru masuk sekolah,” akunya. (int)
JAKARTA, SUMUT24.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mendorong generasi Z memiliki kesiapan yang lebih luas
News
Belawan sumut24.co Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral). Bukan sekadar berkumpul dan bersilaturahmi, Kodaeral I bersama pemerintah daer
News
ACEH TAMIANG SUMUT24.coPengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) kembali menyambangi tendatenda pengungsian korban banjir di K
Politik
sumut24.co ASAHAN, Suasana memanas di jantung pemerintahan Kabupaten Asahan! Puluhan massa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (G
kota
Teguh Santosa Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
News
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
Judi Togel Diduga Beroperasi di Warung, Satreskrim Polres Padang Lawas Amankan AH
News
Kemarau Panjang di Padangsidimpuan! Di Bakti TNI AD 2026, Kodim 0212/Tapsel Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air
News
sumut24.co MedanPenerimaan zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan pada triwula
Umum
Rencana Mau Kabur ke Palembang!!!Dua Pelaku Pembunuh Wakil Rektor 2 IT&B Diberi Tindakan Tegas Terukur
News