Enam Unit Rumah Terbakar Dilalap Sijago Merah Di Desa Majanggut 1 Natam Julu
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
Medan | SUMUT24 Pemberian sebuah wayang kulit Bolo Dewo yang dilakukan oleh dalang Ki Jarot Sutoto, kepada Gubernur Sumut HT Erry Nuradi MSi, ternyata mengandung sebuah makna yang luas.
Baca Juga:
Kepada SUMTU24 Minggu (30/10) Ki Jarot Sutoto menuturkan, wayang kulit Bolo Dewo yang diberikan kepada orang nomor satu di Sumatera Utara itu, adalah sebagai lambang harapan, agar Gubsu tetap bersikap dan mempunyai tujuan memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumatera Utara.
“Gubsu selalu arif dan bijaksana dalam memimpin Sumatera Utara itu,” ujar Ki Jarot Sutoto.
Dalam kesempatan tersebut, Ki Jarot Sutoto juga menyampaikan, kalau dirinya memberikan apresiasi yang tinggi bagi masyarakat Sumatera Utara, khusunya kepada masyarakat suku Jawa.
“Masyarakat Jawa di Sumut ini, lebih sopan dan santun, dari masyarakat Jawa sesungguhnya,” sebutnya.
Karenanya, Ki Jarot Sutoto mengharapkan, agar masyarakat Jawa yang ada di Sumatera Utara khusunya yang ada di Kota Medan, selalu melestarikan budaya Jawa, dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” himbaunya.
Erry: Masyarakat Jawa Jadi Refrensi
Tingginya kultur adat budaya di Sumatera Utara (sumut) yang penuh dengan keanekaragaman, masyarakat umumnya dan khususnya warga jawa di Sumut harus menjadi refrensi bagi adat budaya lain. Demikian dikatakan, Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi MSi dalam pidatonya diacara Gebyar Suroan Pendowo Sumut 2016, Sabtu malam (29/10).
Gubsu juga mengatakan, Pendowo yang kridibilitasnya adalah warga Jawa, bisa memberikan makna dan arti yang positif ditengah-tengah masyarakat. Sehingga untuk rasa memiliki dan mencintai adat suku budaya serta etnis di Sumut bisa memberikan karakter dan potensi kedamaian dan keteladanan.
“Ketinggian budaya di sumut yang dikenalkan dengan ramah-taman dan indahnya keaneka ragaman suku (ras) di Sumut, Pendowo dapat memberikan sinergisitas. Sehingga, Pendowo yang notabenenya suku jawa, bisa menjadi refrensi adat budaya (suku) lainnya di Sumut,” kata Erry Nuradi.
Gebyar Suroan Pendowo 2016 lanjut Gubsu, pada hakikatnya betapa pentingnya arti keagamaan yang begitu sakral bagi seluruh elemen pemuda dimasa modren sekarang ini.
“Tradisi Suroan merupakan makna yang terdalam bagi konteks budaya adat jawa untuk meningkatkan karakter pemuda dengan jaman modren. Mari bersama-sama membentuk partisipasi adat budaya di sumut untuk membanggakan agar dapat terus berkesinambungan dan tidak mudah . Agar adat budaya jawa di Sumut tidak mudah terkontamninasi budaya lain (asing),” ujar Gubsu.
Sebelumnya, Dewan Pembina Pendowo Medan, Rianto Ahgly SH dalam arahannya mengucapkan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan partisipasinya sehingga terwujudnya penyelenggaraan Pendowo dalam Gebyar Suroan Pendowo 2016.
“Terimakasih atas partisipasi yang diberikan. Persiapan dengan waktu seminggu membuktikan etos kerja mencintai pada bidang masing-masing,” ungkap Rianto Ahgly SH yang juga pengurus Dewan Kesenian Kota Medan.
Rianto mengatakan, dirinya juga berharap kepada instansi pemerintah Kota Medan, agar kedepannya, kebudayaan di Kota Medan umumnya di Sumut, keperdulian terhadap budaya dan pengelolaan gedung taman budaya dikelola dengan baik.
“Dengan apa yang sudah dilakukan, kebudayaan adat buaya terus digalakan. Sehingga, apa yg sudah dilakukan dapat menjadi Destinasi kedepan dan seterusnya. Karena pagelaran Gebyar Suroan Pendowo 2016 merupakan sejarah bagi etnis Jawa yang dilakukan di titik nol (Lapangan Merdeka),” ungkap Rianto Ahgly.
Sebelum pembukaan Gebyar Suroan Pendowo 2016, acara dibuka dengan memulai Wayang Gatot Koco dan dilanjutkan dengan pembacaa do’a serta dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang meghadirkan dalang kembar langsung didatangkan dari Solo, Ki Jarot Soewarno S.Pd dan Ki Jarot Sutoto.
Selain Gubsu HT Erry Nuradi menerima wayang kulit Bolo Dewo, dua dalang kembar, Ki Jarot Soewarno S.Pd dan Ki Jarot Sutoto juga memberikan wayang kulit sebagai cinderamata kepada Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi sebuah wayang Bolo Dewo Krisna.
Pemberian cinderamata itu disaksikan sejumlah pejabat daerah CEO Aroma Bakery & Cake Shop H Suhardi SE, Wakil Walikota Medan, Ir Ahyar Nasution, Ketua Pendowo Sumut Sugito Hadi dan Ketua Pendowo Kota Medan Ponidi. Juga hadir Bupati Sergai Eri Sukirman, Anggota DPD-RI Parlindungan Purba , Ketua AMPI Sumut Syaf Lubis, Ketua Laskar Merah Putih Hamonangan, Ketua DPD PAN Bahrumsyah, Ketua AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) Sumut Abdurahman dan seluruh Paguyuban Pendowo, Kadis Disbudpar Medan Hasan Basri, Mewakili Kapoldasu, mewakili Kapolrestabes, Dandim serta Tokoh Masyarakat Sumut Rudi Hartawan Tampubolon SE dan pejabat lainnya. (W02)
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota.
News
sumut24.co Deliserdang, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, meresmikan Program Sri
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten A
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan K
kota
sumut24.co ASAHAN, Kasus penerbitan ratusan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga berada di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi
News
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
News
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News