TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
MEDAN | SUMUT24 Anggaran demokrasi kita memang sangat mahal, padahal faktanya sangat menyedihkan bagi kehidupan rakyat. Dimana pada Pilkada yang lalu-lalu yang menang hanya Golput alias tak memilih.
Baca Juga:
“Harusnya menjadi perhatian bagi semua lini terutama bagi Pemerintah, KPU dan Bawaslu. Seperti Pilgusu 2018 yang akan datang yang bakal menghabiskan APBD Provsu mencapai Rp 1,2 Triliun adalah hal yang perlu dipertanyakan dan diantisifasi,” tegas Pengamat Sosial dan Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (10/10).
Menurutnya, Dana Pilgubsu yang mencapai Rp 1,2 Trilun tersebut bakal mengganggu pembangunan Sumatera Utara juga Pemprovsu terancam Kollaps, karena saat ini Pemprovsu lagi mencicil hutang ke Kab/Kota sehingga harusnya dana tersebut dipikirkan kembali. “Karena nantinya bakal jelas masyarakat sudah malas memilih pemimpinnya, karena suaranya selama ini tak pernah disahuti,” tegas Shohibul Anshor.
“Kita berharap para stakeholder mempertimbangkan matang-matang anggaran yang sangat fantastis tersebut dengan berbagai pertimbangan dan penelituian yang jelas sehingga jangan terus rakyat yang selalu dirugikan,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, begitu juga anggaran Pilkada serentak 2017 di 100 daerah menghabiskan anggaran mencapai Rp 4,15 Triliun. Pilkada serentak 15 Februari 2017 akan diselenggarakan di 101 daerah. Ketersediaan anggaran penyelenggaraan dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemda dan KPU.
“Dari 100 daerah tersebut tercatat Rp 4,15 Triliun. Anggaran Pilkada paling kecil adalah di Rp7 Miliar di Kota Singkawang, daerah lainnya sangat besar dan fantastis. Anggaran Pilkada paling besar adalah Rp 642 Miliar di Papua Barat,” tegas Shohibul Anshor.
10 Derah yang anggarannya diusulkan sama dengan NPHD final yang disetujui Pemda dan KPUD. Memang sangat aneh, dari 28 daerah yang mengusulkan anggaran dengan jumlah tertentu , tapi disetujui lebih besar dari usul. 62 daerah yang anggaran lebih besar, tetapi disetujui lebih kecil. Ditambahkannya, dengan biaya Rp 1,2 Triliun untuk Pilgubsu sebesar itu Sumut bakal terseok-seok dalam hal anggaran selama ini pasti Sumut terancam kollaps, Ucapnya. Apalagi selama ini masalah anggaran pilkada sangat rawan penyelewengan. “Kiranya menjadi perhatian KPK. Anggaran sebesar itu harus direvisi untuk komponen pengadaan bahan sosialisasi dan honor. Saya berharap KPK unjuk gigi dalam berbagai Pilkada di Indonesia ini,” ucapnya. (W03)
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
sumut24.co MedanTelkomsel resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
Ekbis
sumut24.co SUBULUSSALAM, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerin
News
sumut24.co MedanKehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta
Umum
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) guna mendukung keamanan pemb
kota
sumut24.co JakartaPerubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan terus mendorong transformasi
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Tim Evaluasi Lomba TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Asahan, Kamis (13/8/202
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupat
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News