Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
MEDAN I Sumut24.co
Baca Juga:
Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) Azhari AM Sinik (foto) berharap persoalan Gubsu Edy Rahmayadi yang menjewer telinga pelatih biliar Khoirudin (Choki) Aritonang disudahi. Keduanya diminta untuk berangkulan dan mengambil hikmah dari peristiwa ini.
“Kita berharap keduanya berangkulan agar persoalan (jewer telinga) tidak melebar ke mana-mana dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” kata Azhari kepada wartawan di Medan, Selasa (4/1).
Azhari menyikapi perkembangan terakhir pasca viralnya aksi jewer telinga yang dilakukan Gubsu Edy Rahmayadi terhadap Choki saat acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX di Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (27/12/2021) siang lalu.
Menurut Azhari, peristiwa tersebut mendapat reaksi beragam, mulai dari pengamat hukum, politisi dari sejumlah partai politik, pemerhati kebijakan publik, pecinta olahraga, praktisi hingga kalangan dewan di Medan bahkan di Jakarta.
Dari berita yang menghiasi laman media cetak hingga media sosial, kedua belah pihak terkesan saling mempertahankan pandangan dan argumentasi terkait peristiwa tersebut.
Terlepas dari itu semua, Azhari mengumpamakan hal itu sebagai balon yang ditiup. “Bila terus ditiup, tentu balonnya semakiin besar bahkan bisa pecah, tapi sebaliknya kalau tak dihembus, balon tersebut dapat kempes,” katanya.
Bertitik tolak dari perumpamaan itu, Azhari meminta semua pihak yang terkait untuk mengenyampingkan pergaduhan dan mendahulukan niat untuk mendikusikan secara arif dan bijaksana permasalahan tersebut.
“Karena, kan kita lihat baik Choky dan Gubsu sudah bertemu dan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan aksi jewer tersebut. Hal ini saya kira sudah baik, dan diharapkan ditindaklanjuti dengan pemufakatan untuk saling menjaga dan tidak mengulangi perbuatan serupa,” sebut Azhari.
Menurut Azhari, keinginan untuk mengakhiri permasalahan tersebut dapat menghindari kegaduhan lebih luas dan dikhawatirkan akan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga persoalannya jadi tambah ruwet.
“Saya kira sekarang, marilah berjiwa besar untuk memulai sesuatu yang baru dengan lebih semangat, jauhi permusuhan dan berangkulan lah, akhiri persoalan ini,” kata Azhari, seraya menyebutkan, masih banyak persoalan di Sumut yang harus diselesaikan.
Apalagi berkaitan dengan olahraga, Sumut dan Aceh akan jadi tuan rumah bersama PON XXI tahun 2024. “Mari kita lebih fokus membenahi kesiapan kita menghadapi perhelatan akbar tersebut,” pungkas Azhari.red
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
News
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
kota
Sukhairi Nasution Resmi Pimpin DMI Madina 20262031, Sekda Afrizal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban
kota
Langkah Tegas Madina Hadapi PETI, Satgas Siapkan Personel untuk Operasi Lapangan
kota
Bawa Nama Madina ke Panggung Nasional, Bupati Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026
News
Eksekusi Lahan Ditolak PN Lubuk Pakam, Kuasa Hukum PT RPP Soroti Dugaan Penipuan DT
News