Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Dairi I Sumut24.CO
Baca Juga:
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilaya Sumatera Utara (KPw BI) Sumut terus melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk mengembangkan budidaya tanaman holtikultura, seperti sayur pakcoy, selada pagoda, bayam dan kangkung menggunakan greehouse.
Kali ini KPw Bank Indonesia Sumut menggandeng Yayasan Pesantren di Kabupaten Dairi, Sumut.
Direktur KPw BI Sumut Ibrahim dalam.sambutannya berharap Pesantren Dairi menjadi salah satu dari dua puluh binaan KPw BI, Sumut, Sibolga dan Siantar yang menjadi mata rantai ekonomi pesantren yang saling mendukung berdasarkan potensi masing-masing, sehingga membentuk Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebritren). Demikian dikatakan Ibrahim dalam kick off and capacity building pemberdayaan ekonomi Pesantren Dairi binaan KPw BI Sumut, Rabu (3/11).
Sementara itu, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu, mengatakan akan membantu akses pemasaran dengan membuka jalinan komunikasi kepada pecinta tanaman organik, dan para pemilik toko-toko modern agar mau menerima hasil panen sayur organik dari pesantren yang terletak di Jalan Runding, Keluruhan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang.
“Nanti kita coba berbicara pada kawan-kawan di toko-toko modern bahwa ada tanaman organik, yang perlu dikonsumsi oleh masyarakat Dairi,†janji Eddy.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Pesantren Dairi, Irwan Antoni Gajah menyampaikan keseriusan lembaga yang dikelolanya sebagai salah satu binaan KPw Bank Indonesia Sumut untuk mengelola tanaman holtikultura ini.
Awalnya usaha ini sudah dirintis para santri di pesanren binaanya. Tapi dengan fasilitas yang minim, sebelum menjadi binaan KPw BI Sumut.
“Pesantren Dairi sudah memiliki tanaman hidroponik, fasilitas yang digunakan sederhana, terdiri dari bambu dan pipa-pipa. Alhamdulillah semangat itu menjadi perhatian khusus BI Sumut,†ungkap Irwan,
Adanya binaan dari KPw BI Sumut, kini pesantren dengan jumlah 700 santri tersebut dapat membudidayakan hortikultura, seperti sayur pakcoy, selada pagoda, bayam dan kangkung menggunakan greehouse, sebagai solusi modern agar tanaman terjaga dari iklim tidak menentu, hingga menghasilkan panen yang baik dan dalam jumlah yang meningkat.
Irwan juga optimis, jika program budidaya hortikultura mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dapur pesantren dan hasil panen dapat dijual. Oleh karena itu, mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Dairi turut membantu realisasi pemasaran hasil panen sayuran mereka.
“Dari segi has konsep pembangunan greenhouse ini sebagai sarana edukasi dan peningkatan ekonomi pondok pesantren. Jadi konsepnya, hasilnya kita pasarkan ke swalayan dan pasar modern. Namun, kerjasama tersebut belum dapat terealisasi. Untuk itu kami meminta bantuan bapak bupati untuk membantu pemasaran,†minta Irwan. (R03)
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
News
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
kota
Sukhairi Nasution Resmi Pimpin DMI Madina 20262031, Sekda Afrizal Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban
kota
Langkah Tegas Madina Hadapi PETI, Satgas Siapkan Personel untuk Operasi Lapangan
kota
Bawa Nama Madina ke Panggung Nasional, Bupati Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026
News
Eksekusi Lahan Ditolak PN Lubuk Pakam, Kuasa Hukum PT RPP Soroti Dugaan Penipuan DT
News