Senin, 24 Agustus 2026

Muhaimin Iskandar Tokoh Penting Penetapan Hari Santri Nasional 22 Oktober

Administrator - Kamis, 21 Oktober 2021 14:03 WIB
Muhaimin Iskandar Tokoh Penting Penetapan Hari Santri Nasional 22 Oktober

Jakarta I Sumut24.co Sebagaimana sejarah puluhan tahun dilùpakan seakan jasà para santri tidak ada dalam sejarah bangsa, Oleh Muhaimin Iskandar dkk  menginisiasi untuk mendesak pemerintah agar menetapkan 22 oktober dijadikan menjadi hari nasional, Demikian dikatakan Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut Drs Ance Selian kepada Wartawan, Kamis (21/10). Menurutnya, desakan hari santri ditandai dengan gerakàn Kirap resolusi jihad dari surabaya ke Jakàrta dengan membawa usulan para pimpiñan NU dan pimpinan pondok pesantren, agar  22 Oktober dijadikan Hari Nasional, ucapnya.

Baca Juga:

Ance menceritakan, Sejarah telah mencatat keterlibatan KH Hasym Ashari dkk dalam memperjuangkàn dan mempertahànkàn kemerdekaàn Republik Indonesia dari gempuran sekutu yang ingin meràmpas kemerdekaan,  Peristiwa 22 Oktober di cetuskan fatwa Resolusi  jihad NU menjadi kekuatan yang dahsat mèmbela dan mèmpertahànkan kemerdekaàn RI, para kyai dan sàntri terlibat langsung di medan peràng hingga terbunuhnya Jenderal Mallabi dan Erick Cardhon dan membeloknya pimpinan tentara Gurkha Zea ul Haq karena mendengar takbir dan suara azan yang dikumandangkan para santri, prinsip tidak mungkin memerangi yang seakidah, gempuran para pasukàn santri dibawàh komando para kyai, menjadi catatan penting dunia. Dan  pengakuan internasional bahwà Indonesia telah mampu mempertahànkan kedaulatannya.

di berbagai daerah juga melakukàn Kirap resolusi jihad seperti di sumatra utara di bawàh asuhan Ketua PWNU Sumut H Afifuddi Lubis kirap resolusi jihad dikomandoi Ance seliàn Ketua PKB Sumut dkk beràngkat dari kantor PW NU Sumut yang dilepas oleh Gubernur Sumut H Tengku Erry Nuradi menuju pondok pesantren Mustofawiyah purba baru, yang diawali dengan ziarah pada makàm KH. Mustofa Husàin dan menyinggahi beberapa pesantren membawa surat usulan agar presiden RI menetapkan 22 oktober menjadi Hari Nasional, katanya. Gagasan besar Muhaimin Iskandar dan KH Said  Agil Siraj Ketua umum PBNU  dan peràn aktif para tokoh sàntri di seluruh tanah air,  Memohon pada pemerintah, Akhirnya pèmerintah RI bapak H. Joko.Widodo mengabulkàn permohonan NU dan tokoh santri 22 0ktober menjadi Hari Santri Nasional. Tokoh penting yang tidak boleh dilupakan adalah H.A Muhaimin Iskandar sebagai Inisiator dan komando utama memperjuangkan Hàri Santri Nasinal dan juga respon baik dari bapak  presiden H.Joko widodo juga menjadi tokoh penting yang mengabulkan permohonan para kiyai dan santri. Semoga kita senantiasà mengenang perjuangan resolusi jihad dan tidak akan melupakan jasa besar HA.Muhaimin Iskàndar dkk, pungkasnya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Penahbisan Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Berlangsung Khidmat, Ephorus Targetkan Kemandirian Sinode
Dana Pensiunan Perumda Tirtanadi Sudah Dibayarkan AJB Bumiputera
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI
Aksi Solidaritas Pemko Medan, Dari Kemeriahan HUT RI hingga Bantuan Rp.50 Juta Korban Bencana
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
komentar
beritaTerbaru