Minggu, 23 Agustus 2026

Penahbisan Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Berlangsung Khidmat, Ephorus Targetkan Kemandirian Sinode

Administrator - Minggu, 23 Agustus 2026 21:48 WIB
Penahbisan Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Berlangsung Khidmat, Ephorus Targetkan Kemandirian Sinode
Acara penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Resort 42 Tanjung Anom, Deliserdang (23/8). Foto.ist
sumut24.co - Deliserdang

Baca Juga:

Acara penahbisan Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Resort 42 Tanjung Anom yang berlokasi di Jalan H.M. Puna Sembiring, Gang Bersama, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, berjalan khidmat dan penuh sukacita pada Minggu (23/8/2026).

Prosesi penahbisan dipimpin langsung oleh Ephorus BNKP Pdt. Otoriteit Dachi, S.Th., M.Si., didampingi Praeses BNKP Resort 42 Pdt. Tehefeli Lafau, S.Th., Pendeta Resort 42 Pdt. Rosmawati Hulu, S.Th., serta jajaran pendeta wilayah Resort 42, yaitu Pdt. Yustani Zendrato, S.Th. dan Pdt. Anggun Gulo, S.Th.


Turut hadir dalam momen bersejarah tersebut Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) SNK Hezishokhi Lase dan Ketua Panitia Penahbisan SNK Anema'o Laoli.


Rangkaian acara diawali dengan prosesi penyambutan budaya Nias melalui peragaan Tari Moyo dan Tari Baluse (tarian perang/tombak). Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama Gereja BNKP Resort 42, penyerahan kunci gedung gereja, penandatanganan prasasti, hingga ibadah bersama yang diikuti sekitar 300 jemaat serta perwakilan berbagai gereja di wilayah Tanjung Anom.

Dalam bimbingan pastoral dan sambutannya seusai kebaktian, Ephorus BNKP Pdt. Otoriteit Dachi memaparkan bahwa BNKP saat ini menaungi sekitar 1.237 jemaat yang terbagi dalam 59 resort dan dilayani oleh 836 pendeta di seluruh Indonesia.

Ia menyebutkan sekitar 70 persen jemaat berada di wilayah pedesaan dengan kondisi ekonomi yang relatif terbatas. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung pembiayaan pelayanan organisasi.


"Tentu berpengaruh terhadap kemampuan jemaat dalam memberikan dukungan finansial. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat 836 pendeta kami untuk terus melayani dalam kondisi apa pun," ujar Pdt. Otoriteit.


Guna mengurangi ketergantungan operasional pada kontribusi langsung jemaat, Pimpinan Sinode BNKP mulai mendorong pengembangan aset dan usaha produktif berbasis organisasi. Salah satu program strategis yang disiapkan adalah pembangunan training centre di Nias Utara di atas lahan seluas 120 hektare.


"Tahap awal sekitar 20 hektare mulai dikelola dengan kebutuhan anggaran Rp1,5 miliar. Kami berencana menanam 2.500 pohon kelapa yang nantinya diproyeksikan mengubah kawasan tersebut menjadi agrowisata milik BNKP," ungkapnya.


Langkah ini merupakan bagian dari target jangka panjang Sinode BNKP untuk mencapai kemandirian pembiayaan penuh dalam lima tahun ke depan. Selain program agrowisata, pimpinan sinode juga telah merampungkan pembangunan pembangunan rumah dinas Sekretaris Umum, ruko penguatan aset, serta melanjutkan pembangunan rumah dinas Bendahara Umum.

Pada kesempatan yang sama, Ephorus mengungkapkan rencana ekspansi pelayanan BNKP. Setelah menjangkau jemaat hingga ke pulau Kalimantan, BNKP menargetkan untuk secara resmi membuka pelayanan jemaat baru di Bali pada tahun mendatang.


Menutup sambutannya, Pdt. Otoriteit yang kini memasuki usia 62 tahun menyampaikan pesan regenerasi mengingat masa pengabdiannya yang akan segera berakhir.


"Saya pasti akan mengakhiri masa jabatan tahun depan karena faktor usia. Namun, mari kita berdoa agar proyek-proyek besar yang telah dirintis ini dapat terus dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya," imbaunya.

Sejarah pertumbuhan BNKP Resort 42 Tanjung Anom dijelaskan oleh Ketua Panitia Penahbisan, SNK Anema'o Laoli. Berdiri sejak tahun 1997, jemaat ini telah berkembang pesat hingga kini mencapai 300 kepala keluarga (KK).


Ketua BPMJ, SNK Hezishokhi Lase, menambahkan bahwa pengembangan fasilitas terus dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pada periode 2023–2025, pihak gereja telah menyelesaikan pembangunan rumah dinas pendeta dan gedung sekolah minggu berarsitektur rumah adat Nias (Omo Hada).


"Seiring perkembangan kawasan Tanjung Anom dan bertambahnya jumlah jemaat, kami baru saja menyelesaikan pembebasan lahan di samping gereja untuk pengembangan fasilitas berikutnya. Kami sangat terbuka terhadap dukungan dari seluruh pihak maupun donatur," tutur Hezishokhi.


Pendeta Resort 42, Pdt. Rosmawati Hulu, S.Th., turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kepanitiaan, jemaat, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi hingga prosesi penahbisan dapat terselenggara dengan lancar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XIII Dr. Maruli Siahaan, SH, MH, yang diwakili oleh tenaga ahlinya, Bangun Taruli Siahaan. Dalam peryataannya, ia mengapresiasi pesatnya dinamika pertumbuhan jemaat BNKP di Tanjung Anom serta menyampaikan komitmen bantuan dukungan untuk pengembangan pelayanan gereja.


Rangkaian acara penahbisan ditutup dengan sesi lelang penggalangan dana dan doa bersama.


Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga Nias tampak hadir meramaikan acara, di antaranya mantan Bupati Nias Utara Edward Zega, Heppy Zega (Panitia Pembangunan), AKBP (Purn) A. Lase (Dewan Penahbisan), serta perwakilan BPHMS, BPMR 42, BPPR 42, dan Majelis Jemaat BNKP Tanjung Anom. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Tandatangani Prasasti Revitalisasi Gereja St. Antonius
Peduli Pascabencana, Inalum Bantu Perbaikan Tiga Gereja di Humbahas
Sekda menghadiri acara Syukuran Dedikasi Altar Gereja Paroki St Fransiskus Asisi
Bupati Simalungun Harapkan Peran Gereja Turut Serta Mensosialisasikan Tentang Bahaya Narkoba
Polsek Delitua Bekuk Tiga Pembobol Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jalan Jamin Ginting
Jalin Persatuan dan Kerukunan Antar Gereja, Rico Waas Harap BKAG Medan Jadi Ruang Aspirasi Umat
komentar
beritaTerbaru