Minggu, 23 Agustus 2026

Kejari Panggil Kadisdik Medan Terkait Dugaan Pungli Calon Peserta Kepsek, KIMMAK Siapkan Laporan ke Aswas Kejati Sumut

Administrator - Selasa, 28 September 2021 14:38 WIB
Kejari Panggil Kadisdik Medan Terkait Dugaan Pungli Calon Peserta Kepsek, KIMMAK Siapkan Laporan ke Aswas Kejati Sumut

 

Baca Juga:

Medan I Sumut24.co

Dugaan suap jual beli jabatan kepala sekolah (Kepsek) Sekolah Negeri Dasar (SDN )di wilayah jajaran Dinas Pendidikan Kota Medan kembali menuai sorotan

Pasalnya, beredarnya informasi bahwa petinggi Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, diduga menyalahgunakan jabatannya untuk memberikan mendudukkan salah seorang oknum Kepsek dengan imbalan diduga berupa uang yang saat ini sudah dua bulan mendapat panggilan dari Kejaksaan Negeri Medan

“Dugaan kami ini menguat, karena kami mendapat 2 gambar surat panggilan dari Kejaksaan Negeri atas nana Kajari Teuku Rahmadsyah kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan dengan dua rentan Waktu Berbeda”Ujar Ketua Lembaga Koalisi Intelektual Muda dan Masyarakat Anti Korupsi Sumatera Utara Jakirin Banchin, Selasa (28/9/2021).

Dipaparkan Jakirun Banchin, surat pemanggilan pertama yang dilayangkan Kejaksaan Negeri Medan kepada Kadisdik Kota Medan pada tanggal 16 Agustus 2021.

Didalam surat tersebut, disebutkan Kadisdik Medan harus menghadirkan Sekretaris Dinas atas laporan dugaan punggutan liar (Pungli) dalam pelaksanaan seleksi bakal calon kepala sekolah diwilayah jajaran Dinas Pendidikan Kota Medan.

“Disebutkan bahwa Kadis dan Sekretaris diarahkan menemui sejumlah nama jaksa untuk dimintai keterangan atas dugaan pungli seleksi bakal calon kepsek,”Jelasnya.

Surat panggilan kedua,lanjut Jakirun Banchin kembali dilayangkan Kejari Medan kepada Dinas Pendidikan tanggal 06 September 2021.

Ditegaskan dalam panggilan tersebut, Kadisdik Kota Medan diminta agar menghadrikan msejumlah nama peserta-peserta calon kepala sekolah yang diduga, menjadi korban pungli.

“Artinya, berdasarkan pemanggilan Sekretaris pada surat pertama ada perkembangab bahwa peserta calon kepsek yang menjadi objek pungli sebagai juru kunci atas dugaan kasus ini.Artinya, kami mengakui bahwa dugaan kasus pungli dan indikasi suap ini benar “Jelas Jakirun Banchin.

Oleh karena itu, kami sangat apresiasi pihak Kejari Medan yang menangani kasus ini. Diminta agar segera diumunkan hasilnya.

Mengingat, saat ini sudah memasuki akhir bulan, artinya sudah dua pekan berjalan waktu sejak diterbitkannnya panggilan ke dua.

“Kami juga sedang mempersiapkan surat ke Asisten Pengawas (Aswas) Kejati Sumut, meminta pengawasan atas persoalan dugaan pungli ini. Kiranya, keseriusan kejaksaan dlaam memberantas pungli di duniapendidkkan memberi keberkahaan di Kota Medan selaras dengab sloga Walikota bapak Bobby Afif Nasution”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Medan telusuri dugaan jual beli jabatan beberapa kepala sekolah SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan kota Medan.

Kasi Intelijen Kejari Medan Bondan Subrata ketika dikonfirmasi awak media lewat sambungan telepon, Kamis (9/9/2021), mengakui adanya pengusutan tersebut .

” Benar lagi kami usut. Cuma belum saatnya kami relis kepada media. Nanti kalau udah selesai pengusutannya akan kami relis,” katanya.

Perlu diketahui, masalah dugaan  jual beli jabatan kepala sekolah SD dan SMP sempat mencuat dan menjadi bahan gunjingan di kalangan Dinas Pendidikan kota Medan.

Disdik Medan  diduga  menonaktifkan sejumlah kepala sekolah SDN dan SMPN, yang kemudian diangkat menjadi Plh, jumlahnya gak tanggung-tanggung sebanyak 138 kepsek.

Lebih kacau lagi, terkait pengangkatan Plh kepsek itu, terhembus isu ada dugaan praktik suap. Bahkan, disebut-sebut pula jika ada seorang Kabid berjibaku untuk mencari calon Plh kepsek.

Beredarnya rumor ada penonaktifan kepsek dan pengangkatan Plh kepsek dan adanya dugaan praktek pungli, jelas sangat meresahkan para pendidik  di kota Medan.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Hari Jadi Polwan ke-78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas: Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres: Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
komentar
beritaTerbaru