Minggu, 23 Agustus 2026

Terobosan Baru Pengolahan Sampah  di Medan , Ini Kata Walikota Medan Bobby

Administrator - Senin, 27 September 2021 06:19 WIB
Terobosan Baru Pengolahan Sampah  di Medan , Ini Kata Walikota Medan Bobby

Medan, Sumut24.co

Baca Juga:

Upaya mewujudkan Medan Bersih sesuai dengan program prioritas terus dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Selain mengeluarkan Perwal No.18/2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan kepada Kecamatan, Bobby Nasution juga telah mengeluarkan Surat Keputusan  Wali Kota Medan No. 658.5/31.K/VIII/2021 tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Sampah Di Kota Medan.

Walikota Medan Bobby saat melakukan peninjauan pengelolaan sampah

Melalui Surat Keputusan tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Sampah tersebut, 6 titik wilayah telah ditetapkan sebagai kawasan bersih dan bebas sampah. Selain itu 3 Pasar juga telah dicanangkan Bobby Nasution sebagai percontohan pasar bersih dan Kawasan bebas dari sampah. Ketiga pasar yang difokuskan tersebut adalah Pasar Induk Lau Cih, Pasar Sentosa Baru dan Pasar Bakti.

Ditetapkannya 3 pasar ini sebagai salah satu bentuk pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang dilakukan Bobby Nasution. Dengan Program ini sampah yang dihasilkan di pasar nantinya akan dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos yang dapat bermanfaat bagi sektor pertanian, tidak hanya di Kota Medan tetapi akan dikirim untuk daerah lainnya di Provinsi Sumut.

Dalam Pengolahan sampah di 3 pasar ini Bobby Nasution telah menginstruksikan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan untuk berkolaborasi dengan PD Pasar Kota Medan. Dengan kolaborasi ini diharapkan pasar di Medan dapat bersih bebas dari sampah, sebab pasar yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan pada pembeli, namun juga dapat menambah nilai ekonomis.

“Pengolahan sampah di pasar ini akan dilakukan secara komprehensif dengan metode sistem. Nantinya sebelum menjadi pupuk sampah akan ditumpuk sampai 7 hari. Dari hasil uji lab kandungan pupuk bagus, sehingga kita targetkan 30 ton sampah nantinya akan diolah dalam waktu 1 jam,” Kata Bobby Nasution baru – baru ini.

Menurut Bobby Nasution progam pengutipan dan pengolahan sampah di pasar ini selain menjadikan pasar bersih dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat seperti kenyamanan, pasar bersih ini juga akan berdampak bagi sirkulasi ekonomi. Kemudian sambung Bobby Nasution, program ini juga merupakan salah satu wujud Pemko Medan untuk menghilangkan citra Medan sebagai kota terjorok.

 

Bersama OPD dan Kadis Kebersihan Medan M Husni, Boby serius berbincan melihat kondisi sampah

“Langkah ini merupakan salah satu wujud kita untuk menjadikan Medan bersih bebas dari sampah. Artinya pengutipan dan  pengolahan sampah di pasar ini sebagai bentuk pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Selain membuat pasar menjadi bersih program ini juga akan bernilai ekonomis. Namun tujuan utama dari pengolahan ini bukan untuk menghasilkan profit, tetapi untuk menghilangkan sampah yang ada di Kota Medan,” jelas Bobby Nasution.

Program pasar bersih yang dicanangkan Bobby Nasution ini mendapat dukungan dan apresiasi dari Ara Auza S.Sos M Kom Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area. Dinilainya langkah Wali Kota Medan ini tepat untuk menjadikan pasar bersih dengan pengutipan dan pengolahan sampah. Sebab selama ini Pasar di Medan identik jorok dan banyak sampah. Melalui program ini pasar di Medan dapat menjadi lebih bersih.

“Medan bersih merupakan salah satu visi dan misi bapak wali Kota, implementasi medan bersih khususnya pasar di kota medan harus diapresiasi dengan baik. Masyarakat kota medan dan seluruh stakeholder seharusnya mendukung keberadaan program ini,” Katanya.

Walikota Bobby dan OPD dan melakukan peninjuaan pengelolaan sampah

Menurutnya Ara Auza, Program pasar bersih ini akan berdampak baik bagi masyarakat, khususnya jika pasar bersih masyarakat akan tertarik untuk datang. Sebab Selama ini pasar tradisional belum didatangi seluruh lapisan masyarakat. “Pasar tradisional harus dapat bersaing dengan pasar modern. Kalau sudah bersih, masyarakat akan nyaman berbelanja. Jika perlu, berpromosi beriklan seperti pasar modern. Artinya kalau pasar tradisional ramai, roda perekonomian masyarakat akan bergerak ke arah positif,” Ujarnya

Kemudian Ara Auza juga menyarankan agar program ini lebih efektif, diperlukan dukungan semua pihak . “Program ini tidak dapat berjalan sendiri, harus berkolaborasi dengan banyak pihak. Seluruh pihak, asosiasi pedagang, pengunjung, elemen masyarakat lainnya,” Imbuhnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Hari Jadi Polwan ke-78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas: Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres: Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
komentar
beritaTerbaru