Minggu, 23 Agustus 2026

Korupsi Rp 1,4 Miliar, Pejabat PD Pasar Aidil Sofyan Ditahan Kejari

Administrator - Kamis, 19 Agustus 2021 13:17 WIB
Korupsi Rp 1,4 Miliar, Pejabat PD Pasar Aidil Sofyan Ditahan Kejari

Medan I Sumut24.CO Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima pelimpahan tahap II yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dari Tahun 2015 hingga 2017 dengan kerugian negara senilai Rp 1,4 miliar lebih.

Baca Juga:

Penyerahan tahap II atas nama tersangka Aidil Syofyan selaku Kasubbag Akuntansi dan Keuangan PD Pasar Kota Medan diserahkan oleh penyidik Polda Sumut kepada jaksa penuntut umum (JPU) pada Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Medan, di Ruang Tahap II Pidsus Kejaksaan Negeri Medan, Rabu, 18 Agustus 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah SH MH melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata SH bersama Kasi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Agus Kelana Putra, SH MH dalam siaran persnya, Kamis (19/8/2021) menjelaskan, kasus dugaan korupsi yang dilakukan tersangka yakni dengan menerima setoran uang kontribusi sewa pedagang Pasar Induk Tuntungan secara gelondongan dari penyetor tanpa disertai rincian nama pedagang yang menyetor.

Di mana, sambung Bondan, tersangka membuat tanda terima uang berupa kwitansi (bukan kwitansi resmi PD Pasar Kota Medan) yang diperuntukkan sebagai bukti pembayaran dan kemudian penerimaan uang kontribusi sewa tersebut tidak langsung disetorkan oleh tersangka, melainkan menyimpannya dalam brankas PD Pasar Kota Medan.

“Berdasarkan perhitungan terhadap Buku Kas Umum (BKU) PD Pasar Kota Medan Tahun 2015, 2016 dan 2017 uang kontribusi sewa Pasar Induk Lau Cih yang seharusnya Rp 9.462.713.500, namun hanya disetorkan Rp 7.865.000.000,” urainya.

Sehingga, tambah Bondan, terdapat selisih sebesar Rp 1.483.000.000, selain dari tersangka tersebut, sejumlah barang bukti juga yang turut diterima diantaranya sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penanganan perkara tersebut.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 subs Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHPidana,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Bondan, tersangka tidak dilakukan penahanan selama proses penyidikan oleh penyidik Polda Sumut.

“Namun, selanjutnya JPU akan melakukan penahanan terhadap tersangka dalam rangka penuntutan di Rutan kelas I Labuhan Deli dalam kepentingan JPU menyiapkan dakwaan serta melimpahkan perkara ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan untuk segera disidangkan,” pungkasnya. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Hari Jadi Polwan ke-78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas: Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres: Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
komentar
beritaTerbaru