Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak
sumut24.co NiasWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nias Barat memb
Umum
MEDAN | SUMUT24 Gubsu Ir H T Erry Nuradi MSi membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kemajuan Pengembangan Geopark Nasional Kaldera Toba, Selasa (26/7) di Hotel Santika Dyandra Medan. Gubsu Ir H T Erry Nuradi mengharapkan para pemangku kepentingan pengembangan Kaldera Toba, agar membuat rencana aksi dan bertindak tegas terhadap segala sesuatu yang menghambat pengembangan Geopark Kaldera Toba menjadi Unesco Global Geopark.
Baca Juga:
Dicontohkan Gubsu misalnya untuk kapal-kapal yang berlayar di Danau Toba, perlu ada ketegasan dengan tidak mengeluarkan ijin bagi kapal-kapal yang tidak memenuhi standar berlayar. Dikatakan Gubsu juga melihat bangunan-bangunan terlihat tidak rapi dan cukup membahayakan yang dibangun disekitar jurang. “Perlu ada tindakan tegas bagi yang berwenang untuk tidak menerbitkan bangunan-bangunan yang tidak memenuhi standar,” tegas Gubsu.
Karena lanjutnya, pemerintah Indonesia telah mengusulkan Geopark Kaldera Toba menjadi anggota Global Geopark Network sejak November 2013 yang dikenal dengan istilah Unesco Global Geopark. Namun dalan konferensi UGG di San In Kaigan Jepang di Bulan September 2015 belum berhasil diterima sebagai anggota Geopark Global. Karena dianggap belum matang sebagai geopark.
Padahal untuk mengoptimalkan pengelolaan Geopark Kaldera Toba, pemerintah Sumatera Utara telah mengeluarkan peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2015 tentang Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BP-GKT) yang dilantik pada tanggal 1 Pebruari 2016. “Kedepannya diharapkan tidak ada kata gagal lagi Geopark Kaldera Toba menjadi anggota Unesco Global Geopark,” tegas Gubsu.
Gubsu juga mengatakan, Danau Toba telah dipilih menjadi salah satau dari 10 destinasi prioritas pariwisata nasional, mengingat pendapatan Negara kita masih sangat bergantung pada sumber daya geologi yang didapat dengan cara ekstraktif seperti minyak dan gas bumi serta tambang lainnya yang kondisi saat ini telah menurun. Maka perlu dicari alternatif sumber pendapatan negara dibidang lain yaitu pariwisata, dimana geopark adalah salah satunya. “Berkaitan dengan itu Presiden Joko Widodo menargetkan 20 Juta Wisatawan mancanegara hingga tahun 2019,” sebut Gubsu.
Tahun ini, lanjut Gubsu, pemerintah Indonesia telah membentuk tim percepatan geopark nasional di Indonesia melalui leading sector kementerian pariwisata. Didunia terdapat 120 (seratus dua puluh) geopark yang tersebar di 33 (tigapuluh tiga) negara masuk dalam GGN (geopark global network) sedangkan di Indonesia baru ada 2 (dua) yaitu : Geopark Kaldera Batur (Bali Tahun 2012 dan Geopark Pegunungan Sewu (Jawa Tengah) sedangkan geopark Nasional ada 5 (lima) yaitu Geopark Nasional Rinjani, Cileutuh, Merangin dan Raja Ampat.
Gubsu Optimis bahwa keinginan Danau Toba menjadi Geopark yang kokoh di masa yang akan datang dengan tujuan konvservasi, edukasi dan pembangunan berkelanjutan yang berbasis pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. “Melalui rapat yang melibatkan pihak-pihak terkait pengembangan Geopark Kaldera Toba segala sesuatu yang dibutuhkan dapat dituntaskan dengan baik,” harap Gubsu.
Hal senada juga disampaikan staf ahli Menteri Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kementerian ESDM Yunus Subrata. Dalam sambutannya, Yunus mengaharapkan Indonesia dengan warisan geologi terbanyak di Asia Tenggara melalui rapat koordinasi dan evaluasi kemajuan pengembangan geopark nasional kaldera toba dapat memberikan masukan yang positif bagi percepatan pengembangan geopark Toba dan untuk menindaklanjuti rekomendasi UNESCO agar Kaldera Toba dapat diangkat menjadi Unesco Global Geopark.
“Diharapkan kawasan Geopark Nasional Kaldera Toba menjadi kawasan yang menerapkan konsep geopark dan memberikan dampak positif dan manfaat bagi seluruh pihak yang ada di kawasan tersebut khususnya kepada masyarakat dalam konteks meningkatkan kesejateraan hidup di kawasan tersebut,” harap Yunus.
Hadir pada acara tersebut mewakili Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Staf Ahli Menteri Bidang Tata ruang dan Lingkungan Hidup Kementerian ESDM Yunus Kusuhabrata, Staf Ahli Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ir Hj R Sabrina MSi, Tim Task Force RMGG KESDM dan Tim dari Badan Geologi KESDM, pengurus Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba Alimin Ginting dan Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba RE Nainggolan, Para Bupati atau yang mewakili 7 kabupaten sekawasan Danau Toba, FKPD kab/kota dan peserta rakor.(W03)
sumut24.co NiasWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nias Barat memb
Umum
sumut24.co MedanPemko Medan berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai bagian utama dari upaya me
kota
Pemkab Solok Teken Kerja Sama Dengan Kemenkumham dan PLN, Dorong UMKM dan Optimalisasi PAD.
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meraih penghargaan LPM Award 2026 atas dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat
kota
Menjaga Setiap Rupiah Dana BOS, Bank Sumut dan Disdik Dorong Tata Kelola Sekolah Berbasis Digital
kota
SERGAI Sumut24.co Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Utara menggelar kegiatan Penanaman Tanaman Pohon Pelindung d
News
JAKARTA Ketua Umum GARUDA 08, Syamsul Rizal, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik In
Politik
Medan Bagi sebagian mahasiswa, hari pertama memasuki dunia perkuliahan mungkin identik dengan duduk di ruang kelas, berkenalan dengan te
Profil
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
kota
Wabup Solok H. Candra Buka Peluang Investasi Hijau Bersama Delegasi Korea. Dorong Teknologi Lingkungan untuk Masa Depan Kabupaten Solok
kota