Sabtu, 20 Juni 2026

Keluarga Besar Parsadaan Pane se-Sumut Turut Berdukacita atas Meninggalnya Netta S Pane

Administrator - Rabu, 16 Juni 2021 06:29 WIB
Keluarga Besar Parsadaan Pane se-Sumut Turut Berdukacita atas Meninggalnya Netta S Pane

Medan I SUMUT24.CO Keluarga Besar atau Parsadaan Pane Boru Dohot Berena se-Sumatera Utara merasa kehilangan dan turut menyampaikan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnnya Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), yang dikabarkan meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat, Rabu (16/6) sekira pukul 10.30 WIB.

Baca Juga:

Ungkapan dukacita tersebut langsung disampaikan Ketua Umum Keluarga Besar Pane Herlu Diansyah Pane MBA, bersama pengurus lannya Sekretaris Erwin Pane, Ketua Harian Joni Pane, Bendahara Hj Mahdalena Pane SST, kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

“Parsadaan Pane Boru Dohot Berena se-Sumatera Utara merasa kehilangan dan turut beduka cita atas meninggalnya, abang, adik, saudara kami,.Neta S Pane, semoga amal ibadahnya diterima dan ditempatkan oleh Allah SWT di tempat yang sebaik- baiknya,.aamin,” ujar Ketua Umum Keluarga Besar Pane se Sumut bersama penguruslainnnya.

Sebelumnya dikabarkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat sekira pukul 10.30 WIB.

Sejauh ini belum diketahui penyebab meninggalnya sosok yang sangat vokal mengawasi kinerja lembaga kepolisian tersebut.

Neta S Pane merupakan aktivis yang fokus menyoroti penegakan hukum di tangan kepolisian. Kredibilitas lembaga kepolisian selalu menjadi titik sorotannya sejak menjabat Ketua Presidium IPW sejak tahun 2004.

Neta S Pane lahir di Medan, 18 Agustus 1964. Ia memulai karirnya di bidang jurnalistik dengan menjadi reporter di Surat Kabar Harian (SKH) Merdeka di Jakarta tahun 1984. Di harian ini beliau mengabdi selama 7 tahun hingga menduduki jabatan sebagai Redaktur Pelaksana di tahun 1991.

Selepas dari SKH Merdeka, Neta menjadi asisten Redpel di Harian Terbit, Jakarta tahun 1993 dan kemudian menjadi Redpel koran Aksi Jakarta. Beliau mencapai jabatan tertinggi di bidang media adalah dengan menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta tahun 2002-2004. Setelah kenyang berkarir di dunia jurnalistik, Neta kemudian aktif menjadi seorang aktivis hingga menjabat sebagai Ketua Presidium IPW.

Melalui IPW, putra pasangan Tapi Rumondang Siregar dan Endar Pane ini mengkritisi beberapa kasus kepolisian yang cukup menggegerkan seperti kasus rekening gendut sejumlah pejabat kepolisian, para perwira Polri yang diduga menerima suap dari Gayus Tambunan, serta yang terbaru adalah beliau mengomentari tindakan Polsi saat memeriksa Anas Urbaningrum. Beliau menilai bahwa Polri dipecundangi oleh partai politik.

Selain berkarir menjadi aktivis di IPW, Neta terbilang produktif dalam menulis seperti buku, karya ilmah, dan sastra. Beliau juga menjadi dosen tidak tetap di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Universitas Muhammadiyah, dan sejumlah kampus lainnya. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PLN UID Sumut Dukung Penguatan Literasi Digital Siswa MTs Muhammadiyah 19 Tanjung Pura
Jalan Keluar Krisis Produktivitas di Sektor Kelautan, Andi Yuslim Patawari Dorong Ekonomi Biru Berbasis Sains
Percepat Pembangunan Jalan, Wakil Bupati Asahan Koordinasi Langsung ke BBPJN Sumut
Pererat Sinergi TNI-Polri, Dandim 0208 Asahan Hadiri Olahraga Bersama Peringatan Hari Bhayangkara ke 80
Polres Padangsidimpuan Tutup Rangkaian Lomba HUT Bhayangkara ke-80, SMK Negeri 1 dan Tim Sigma UIN Syahada Raih Juara Cerdas Cermat
Humanis dan Tegas, Polres Tapsel Kawal Eksekusi PN Padangsidimpuan Tanpa Gangguan Kamtibmas
komentar
beritaTerbaru