Minggu, 23 Agustus 2026

75 Tahun Indonesia Merdeka, 3 Desa Ini Terisolir Jaringan Seluler, Anak Sekolah Tempuh 6 KM Demi Belajar Online

Administrator - Jumat, 11 Juni 2021 03:56 WIB
75 Tahun Indonesia Merdeka, 3 Desa Ini Terisolir Jaringan Seluler, Anak Sekolah Tempuh 6 KM Demi Belajar Online

 

Baca Juga:

MADIN I Sumut24.co

Pada usia 75 tahun Indonesia Merdeka, tiga desa di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) ini masih terisolir dari jaringan telepon seluler. Paling miris nasib anak sekolah.

Tiga desa ini meliputi Desa Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman dan Rao-rao Lombang. Tak tanggung-tanggung, jumlah penduduk 3 desa ini mencapai 750 KK.

Salah seorang warga di Desa Rao-rao Lombang, Saiful (45), mengatakan, anak usia sekolah SMP hingga kuliah harus menempuh jarak 6 km demi bisa belajar online atau berani di masa pandemi ini.

Anak sekolah perempuan harus diantar orangtuanya karena jarak yang harus ditempuh hingga 6 km demi mendapatkan sinyal internet atau 4G.

“Kalau mau sinyal internet yang bagus harus ke Sabarimbahan,” katanya.

Senada Yusuf (56) warga Desa Tambangan Tonga mengaku repot saat mengantar anak perempuannya yang akan belajar atau kuliah online. Jarak yang ditempuh hingga 3 km dari rumahnya ke lokasi jaringan internet.

“Anak saya kuliah di Yogyakarta. Tiap hari kuliah online. Paling bikin bikin kalau malam hari, ada tugas itu dari kampus,” jelasnya.

“Jam sepuluh malam, saya harus antar anak saya ke halaman rumah orang untuk mengirimkan tugas kuliah. Kadang-kadang harus ke Sabarimbahan agar lebih mudah mengirim tugas,” katanya.

Lokasi Sabarimbahan ini merupakan kawasan persawahan yang terbuka dan di lokasi ini jaringan internet atau 4G dapat diakses warga.

Namun warga tiga desa harus melewati kawasan terlebih dahulu jika ingin ke Sabarimbahan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tambangan Tonga, Abdul Somad, mengatakan, pengajuan pengadaan menara atau stasiun pemancar Telkomsel, sudah diajukan warga tiga desa.

Surat ini sengaja mereka tujukan ke Telkomsel karena perusahaan ini milik Negara atau BUMN.

“Untuk provider lain tentu kami berharap juga membangun tower di sini,” katanya.

“Tapi karena Telkomsel ini perusahaan milik pemerintah, anggapan kami, akan lebih mudah realisasinya,” katanya.

Tahun 2015 lalu, warga tiga desa juga pernah mengajukan surat pengajuan pengadaan menara atau stasiun pemancar. Namun hingga 2021 atau 6 tahun, taka da realisasi sama sekali.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
Hari Jadi Polwan ke-78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas: Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres: Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
Ngaku Ambil AC dan Genset Tanpa Izin, Pemuda 22 Tahun Berurusan dengan Polisi
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
komentar
beritaTerbaru