MEDAN I SUMUT24.co
Selama ini Pemprovsu kewalahan untuk mencari lahan untuk membuat kantor UPT atau untuk kantor lainnya, namun anehnya ada lahan aset Pemprovsu malah disewakan kepada pihak ketiga. dan malahan disewakan untuk sebuah cafe.
Baca Juga:
Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi Hendra mengatakan, memang sangat aneh dan janggal banyak aset Pemprovsu disewakan, padahal banyak dinas yang memerlukan untuk kantor dan UPT. seperti halnya Cabdis Lubuk Pakam Diknas Sumut, yang sampai sekarang masih menyewa kantor setiap tahunnya. harusnya ini menjadi perhatian bagi Gubsu dan Wagubsu,ucapnya.
“Kita berharap juga kepada BPKAD harus menyikapinya dengan bijaksana dan transparan, jangan sampai aset-aset negara hilang dan bahkan digelapkan, ucapnya.
Lebihlanjut Hendra, Kita juga mempertanyakan bagaimana sistem kerjasama atau sewa menyewanya dengan pihak ketiga, berapa sewanya pertahun dan kemana disetorkan dana sewannya itu kalau pun ada, tanyanya.
” Hal tersebut harus dibuka secara transparan sehingga tidak merugikan negara, apalagi dinas-dinas di Pemprovsu masih kewalahan mencari kantor UPT dan lain sebagainya. apalagi menurut kadis kehutanan Sumut tidak ada sewa menyewa atas lahan tersebut sehingga jelas adanya dugaan permainan oknum-oknum di dinas kehutanan tersebut dalam proses dan mekanisme pemakaian lahan tersebut, ucapnya.
Sementara itu Kacabdis Lubuk Pakam Disdik Sumut August Sinaga dikondirmasi mengatakan, Sampai saat ini kantor Cabdis Lubuk Pakam disdik Sumut masih menyewa gedung untuk kantor, ucapnya.
” gawat juga ya bisa aset pemprovsu disewakan , sementara kita nyewa kantor mau bangun kantor aja susah ga ada tanah, ucapnya.tim
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News