Senin, 24 Agustus 2026

"Rekaman CCTV Durasi Kurang Lebih 1 Menit" Sebelum Tewas, Sopir Angkot 03 Terlibat Adu Mulut dengan Pengendara Mobil Warna Putih

Administrator - Sabtu, 16 Januari 2021 08:31 WIB
MEDAN | SUMUT24.co Kasus tewasnya sopir angkutan kota (angkot) 03 bernama Jasman Aritonang di depan markas Polda Sumut, Jumat (15/01/2021) kemarin, menyisakan tanda tanya. Setelah Polda Sumut mengeluarkan statment hasil visum, korban dinyatakan tewas karena sakit paru-paru. Namun, dari rekaman CCTV muncul fakta baru, kalau korban terlibat adu mulut dengan pengendara mobil pribadi warna putih sebelum tergeletak di badan jalan. Itu diketahui dari rekaman CCTV yang beredar di media sosial. Akun instagram milik Polda Sumut yakni @poldasumaterautara di lamannya juga memposting rekaman CCTV kejadian itu dengan durasi kurang lebih satu menit tersebut. Dalam tayangan CCTV, terlihat angkot warna kuning yang dikemudikan Jasman Aritonang melaju di lajur kiri dengan kecepatan cukup tinggi untuk mengejar satu unit minibus warna putih. Kemudian, Jasman Aritonang dari lajur kiri tiba-tiba mengambil lajur kanan dan menghentikan angkotnya di tengah badan jalan untuk menghempang minibus warna putih tersebut. Seketika Jasman turun dari angkotnya dan menghampiri pengemudi minibus warna putih. Dalam rekaman CCTV itu juga terlihat, Jasman menolak dan menarik lengan baju yang dipakai pengemudi minibus warna putih. Tak berselang lama setelah itu, Jasman Aritonang ditemukan tewas di jalan depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, Kecamatan Medan Amplas. Jasman yang saat itu memakai kaus warna biru dan celana pendek hitam, di bagian dadanya, dikabarkan sempat terdapat seperti lubang yang mengeluarkan darah. Darah juga keluar dari mulutnya. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi sebelumnya mengatakan, korban tewas disebabkan penyakit paru-paru yang dideritanya. Menurutnya, korban sudah terlebih dahulu dibawa ke RS Bhayangkara Medan dan petugas telah melakukan visum luar terhadap korban. “Berdasarkan hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan terhadap korban. Korban menderita penyakit paru-paru yang sudah menahun (akut),” kata Hadi, Jumat malam. Hadi menambahkan, jenazah korban sudah diserahkan kepada istrinya Ida Hasibuan, 49 tahun. “Sudah diserahkan, dilengkapi dengan surat pernyataan menolak dilakukan autopsi dan kelengkapan surat penyerahan jenazah kepada pihak keluarga yang turut disaksikan kepala desa,” terangnya.(W05)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Aksi Berbagi LPM Sei Agul Bagikan 50 Tas dan Perlengkapan Sekolah, Didorong Jadi Role Model se-Kecamatan Medan Barat
Peringati HUT ke-28, Borkat dan Pengurus DPD PAN Padang Sidimpuan Santuni dan Bantu Rakyat
Farid Wajdi Soroti Polemik Universal Gloves: Temuan Ombudsman Jangan Berhenti di Kertas
FITRA Sumut Ingatkan Bobby Nasution, Bangun Rumah Korban Bencana tak Otomatis Bisa Gunakan BTT
BMKG Catat  Sumut Dilanda Gempa 12 Kali Selama Tiga Hari
Satgas Karya Bakti TNI Terus Melanjutkan Pembangunan Jembatan Beton di Mehaga
komentar
beritaTerbaru