Ambal Warso ke-31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co Buat kamu yang ingin melihat langsung penangkaran buaya bisa singgah ke Taman Buaya Asam Kumbang yang sangat terkenal di Medan.
Dengan luas lahan sekitar 2 hektare, tempat penangkaran buaya ini menjadi taman buaya terbesar di Asia Tenggara.
Liburan di lokasi penangkaran buaya ini tentunya cukup menantang adrenalin. Ada banyak buaya yang siap menyambut kedatanganmu di lokasi penangkaran ini.
Setidaknya ada sekitar 2500 ekor buaya dalam berbagai ukuran ada di tempat ini. Buaya-buaya tersebut ditempatkan di kolam atau rawa buatan dengan usia yang bervariasi.
Bahkan ada buaya yang sudah berusia 78 tahun lho! Wah, buaya usia segitu sudah ompong belum ya?
Pada 1984, Lo Than Muk terpilih sebagai seorang Perintis Lingkungan Terbaik Tingkat Sumatera Utara. Di tahun yang sama, Than Muk menerima rombongan turis kapal pesiar Columbus yang mendarat di Pelabuhan Belawan. Saat itu pula kantor wilayah pariwisata Kota Medan meminta Than Muk membuka peternakan buayanya menjadi objek wisata.
Jemari bekerja di sana mulai 1990 setelah sebelumnya menjadi pendodos atau pemanen kepala sawit di Sumatera Selatan. Awalnya, pria berusia 50 tahun ini sangat takut terhadap buaya. Tapi dia menjadi terbiasa karena diajari Lo Than Muk. Sang juragan meninggal pada 25 September 2008 dalam usia 80 tahun. Usaha taman buaya kemudian diteruskan oleh istrinya, Lim Hui Chu.
Saking banyaknya, Jemari dan sang pemilik taman buaya tak ingat lagi berapa persisnya jumlah buaya yang dipelihara. Seingat Jemari, hingga kini ada 2.600 sampai 2.800 ekor buaya yang dipelihara dan sebagian besar jenis buaya muara.
Buaya-buaya itu ditempatkan dalam 78 bak semen. Mayoritas bak ukuran kecil dan sedang yang diisi buaya-buaya berusia kurang dari 10 tahun. Setiap bak berisi buaya dengan umur berbeda. Adapun bak-bak berukuran besar dihuni buaya berusia 10, 11, 12, 15, 16, 28, dan 46 tahun.
Khusus buaya berumur 28 dan 46 tahun ditempatkan masing-masing sendirian di bak. Ada seekor buaya berusia 28 tahun yang ekornya buntung, makanya disebut buaya buntung. “Kalau bayi-bayi buaya ditempatkan di bak-bak kecil. Mereka harus dijemur tiap hari supaya enggak gampang kena penyakit. Kalau yang sudah besar-besar, cukup dibersihkan saja baknya tiap hari,” kata Jemari, pria kelahiran Kutoharjo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 1969.
Selain di bak, banyak buaya berusia lebih dari 20 tahun yang menghuni telaga buatan seluas satu hektare dan sedalam tiga meter. Telaga ini dikelilingi tembok tebal setinggi 4 meter. Antara area pengunjung dan telaga disekat pagar tembok semeter dan berteralis besi panjang.
Buaya jantan dewasa memiliki panjang rata-rata antara tiga sampai 5 meter. Sedangkan buaya betina dewasa berukuran rerata 2,5 sampai 3 meter. Di dalam telaga hijau itu pula diperkirakan ada buaya yang berumur 60-an tahun. Dulu pernah ada buaya berusia 78 tahun.
Tak perlu mencari informasi tentang Taman Buaya Asam Kumbang di media sosial. Jemari menjelaskan, tempatnya bekerja itu masih dikelola secara sederhana seperti dulu. Tiada laman atau situs online dan akun media sosial sebagai saluran promosi taman buaya Medan.
Untungnya, Taman Buaya Asam Kumbang sudah lebih dulu terkenal lewat pemberitaan media massa sebelum media sosial hadir. Ditambah promosi dari mulut ke mulut atau gethok tular. Tiket masuk ke taman buaya ini dipatok Rp 10 ribu per orang. Pengunjung bebas berada di dalam taman selama masih dalam jam operasional, yakni pukul 09.00 sampai 18.00.(red)
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota