Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan WALUBI, Jaga Kerukunan dan Persatuan Bangsa
Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan WALUBI, Jaga Kerukunan dan Persatuan Bangsa
News
Baca Juga:
Sibolga I SUMUT24 Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga, Suti Masniari Nasution, mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi golbal dan nasional.
Pertumbuhan ekonomi nasional yang semula diprakirakan menurun pada triwulan II 2020, dipengaruhi kontraksi ekonomi global, serta dampak penanggulangan penyebaran covid-19.
Ekspor juga menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global. Demikian halnya konsumsi rumah tangga dan investasi yang menurun sejalan dampak kebijakan PSBB, sehingga mengurangi aktivitas ekonomi.
“BI memprakirakan, proses pemulihan ekonomi mulai menguat pada triwulan III 2020. Hal ini sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020, serta stimulus kebijakan yang ditempuh,†ujar Suti Masniari Nasution, dalam media briefing, Rabu (24/6/2020).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan menurun pada kisaran 0,9%-1,9% pada 2020, dan kembali meningkat pada kisaran 5,0%-6,0% pada 2021.
“Hal ini didorong dampak perbaikan ekonomi global dan stimulus kebijakan pemerintah bersama Bank Indonesia,†katanya.
Pada masa itu nantinya, tekanan terhadap perekonomian domestik mulai berkurang. Kontraksi ekspor terlihat tidak sedalam prakiraan sebelumnya sejalan dengan permintaan dari Tiongkok.
“Indikator dini permintaan domestik pada Mei 2020 mengindikasikan perekonomian telah berada di level terendah, dan mulai memasuki tahap pemulihan,†ungkap Suti Masniari.
Hal itu seperti tercermin dari penjualan ritel, dan ekpektasi konsumen yang lebih baik dari capaian bulan sebelumnya.
Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat
Suti Masniari Nasution menambahkan, sampai 17 Juni 2020, nilai tukar rupiah mengalami apresiasi sebesar 3,75% (ptp) atau 5,69% secara rerata dibandingkan level Mei 2020, meski masih terdepresiasi sebesar 1,42%, bila dibandingkan dengan level akhir 2019.
“Berlanjutnya penguatan rupiah ini ditopang oleh meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, tingginya daya tarik aset keuangan domestik dan terjaganya kepercayaan investor asing terhadap prospek kondisi ekonomi Indonesia,†katanya.
Bank Indonesia memandang, level nilai tukar rupiah secara fundamental masih undervalued, sehingga berpotensi terus menguat dan dapat mendukung pemulihan ekonomi domestik.
Sebagai langkah untuk memitigasi dampak Covid-19, Bank Indonesia melakukan penguatan bauran kebijakan melalui, penurunan suku bunga BI7DRR, stabilisasi nilai tukar rupiah, pasar uang dan valuta asing, pelonggaran likuiditas, pelonggaran makroprudensial, dan sistem pembayaran.
Berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 17-18 Juni 2020, BI7DRR turun 25 bps menjadi 4,25%, suku bunga deposit facility juga turun 25 bps menjadi 3,50% dan suku bunga lending facility turun 25 bps menjadi 5,00%.
Fokus kebijakan tersebut, konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era covid-19.
Ke depan, BI tetap melihat ruang penurunan suku bunga, seiring rendahnya tekanan inflasi. Terjaganya stabilitas eksternal dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.
BI juga menempuh langkah, yakni melanjutkan stabilitas nilai tukar rupiah dan pelonggaran likuiditas (quantitative easing) melalui pembelian SBN dari pasar perdana, maupun penyediaan dana likuiditas bagi perbankan untuk kelancaran program restrukturisasi kredit (pembiayaan) dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional.
“Memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM dalam rupiah, baik secara harian dan rerata sebesar 1,5% per tahun, dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3% dari DPK, dan efektif berlaku 1 Agustus 2020,†katanya.
Kemudian mendorong elektronifikasi jalan tol dengan mendukung penggunaan uang elektronik model nirsentuh, sebagai alternatif pembayaran khususnya di era kenormalan baru.
“Bank Indonesia juga mendorong aktivitas ekonomi digital melalui perluasan implementasi QR Code Indonesia Standard (QRIS) di berbagai sektor,†beber Suti Masniari.
Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan serta bersinergi erat mengambil langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta pemulihan ekonomi nasional. (red)
Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan WALUBI, Jaga Kerukunan dan Persatuan Bangsa
News
Kapolresta Deli Serdang Jalin Silaturahmi dengan Kajari, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum
News
MENJAWAB SPANDUK DENGAN KERJA NEGARA
News
Jelang Musyawarah IKA UNHAM, Alumni Cium Dugaan Pengondisian Calon Titipan
News
Taufik Saleh Mengaku Diserang Ratusan Massa, Kaki Terluka dan Keluarga Terpaksa Tinggalkan Rumah
News
Polda Sumut Ungkap Situs Judol Depobos 5 Tersangka Pernah Kerja di Kamboja
News
Sempat BergumulPolrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Komisi Informasi Sumatera Utara memberikan Anugerah Kategori Kabupaten Informatif(KI) bagi Pemerintah Kabupaten
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero memperluas ekspansi jejaring bisnis ke kawasan Amerika Latin dan Karib
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau lokasi rencana pembangunan dan perbaikan jalan serta drainase di
News