Kamis, 22 Oktober 2026

Wiwiek: Covid-19 Membuat Pertumbuhan Ekonomi Melambat 4,3 Persen di Sumut

Administrator - Jumat, 08 Mei 2020 13:29 WIB
Wiwiek: Covid-19 Membuat Pertumbuhan Ekonomi Melambat 4,3 Persen di Sumut

Medan I SUMUT24.CO Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di masa pandemi Virus Corona (Covid -19) tercatat 4,65 %. Posisi tersebut masih jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 2,97 persen.

Baca Juga:

Sedangkan di Pulau Sumatera sendiri, khususnya Provinsi Sumatera Utara masih berada di posisi tertinggi ke 2, setelah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang tercatat 4,98 persen.

“Dimasa pandemi Covid-19, realisasi ini masih cukup baik meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yakni 5,21 persen sesuai pola historis di awal tahun,” ucap Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat dalam Bincang Bareng Media (BBM) via aplikasi zoom, Jumat (8/5/2020).

Mesdi demikian, ujar Wiwiek Sisto Widayat, masih meluasnya dampak Covid-19 ini diprakirakan akan mendorong terjadinya perlambatan perekonomian Sumut. Yang bisa menjadi berada di kisaran 4,3 persen-4,7 persen atau mengalami perlambatan sekitar 0,8 persen dari baseline dalam skenario sedang.

“Perlambatan terdalam akan dirasakan pada triwulan II 2020 dan akan meningkat pada triwulan berikutnya seiring dengan fase pemulihan akibat Covid-19. Pada kasus Covid-19 perlambatan dirasakan di sektor eksternal maupun domestik. Untuk itu dibutuhkan upaya keras untuk menahan penurunan daya beli masyarakat melalui program jaring pengaman sosial melalui anggaran pemerintah, ” jelasnya.

Dijelaskan orang nomor satu di BI Sumut ini, di Bulan Suci Ramadhan ini, inflasi Sumatera Utara diprediksi akan meningkat seiring dengan harga-harga beberapa bahan makanan yang merangkak naik seperti bawang merah, daging sapi dan daging ayam ras.

“Inflasi 2020 diprakirakan meningkat dari tahun 2019 tetapi masih berada di dalam sasaran inflasi nasional yaitu 3±1 persen dengan potensi bias ke bawah seiring dengan daya beli masyarakat yang terbatas akibat Pandemi Covid-19. Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang dapat menimbulkan shock temporer seperti keterlambatan impor luar negeri, hambatan distribusi domestik, penimbunan/belanja berlebihan oleh konsumen dan naiknya permintaan komoditas tertentu contohnya alat kesehatan,” ujar Wiwiek Sisto Widayat. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Diduga Dikeroyok di Rumah Sendiri, Rahmat Taufik Laporkan Budi Dharma CS ke Polrestabes Medan
Hari Museum Nasional: Mengintip Masa Lampau Lewat Arsitektur Kantor PTPN IV Regional 2
Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap 3 pengedar Di Dua Tempat Berbeda
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan 1.152 Vape Narkoba Berkedok Bengkel Bandar Berstatus Residivis Diciduk
Tim Gabungan Bareskrim Polri & BNN Tangkap 8 Tsk & Barang Bukti Lebih Kurang 2 Ton Sabu di Pelabuhan Bandar Deli.
Deden Prayoga Pembina Koperatif Sukses Kawal Pengukuhan Pengurus Komunitas Pemuda Kreatif Koperatif Bersama Band Legendaris Slank
komentar
beritaTerbaru