Pemko Medan Percepat Sertifikasi 200 Aset, Sinkronisasi Data Pertanahan dengan BPN
sumut24.co MedanPemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong percepatan sertifikasi aset daerah sebagai bagian dari upaya pengamanan dan
kota
Baca Juga:
Medan — Ketua Umum PP Taman Pendidikan Islam (TPI), Prof. Dr. Ismed Daniel Nasution, menegaskan bahwa nilai keikhlasan, kesabaran, dan komitmen terhadap pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang kuat dan berdaya saing.
Hal itu disampaikannya dalam refleksi perjalanan sejarah TPI, usai menggelar Dzikir,doa dan Tasyakuran di Aula Rivai Abdul Manaf Nasution, Jumat (1/5). Perkembangan TPI tidak lepas dari perjuangan panjang para pendirinya KH Rivai Abdul Manaf Nasution. Menurutnya, momentum ulang tahun bukan sekadar seremoni, melainkan saat yang tepat untuk memperbaiki diri dan memperkuat kualitas pengetahuan.
"Ulang tahun itu bukan hanya bertambah usia, tetapi bagaimana kita memperbarui semangat belajar. Dari situ akan lahir energi positif, baik untuk kesehatan fisik maupun mental," ujar Prof. Ismed.
Ia juga menekankan pentingnya sikap sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. Keyakinan terhadap ketentuan Allah SWT, lanjutnya, harus menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai dinamika hidup.
"Secara manusiawi, kita mudah ikhlas jika yang terjadi sesuai keinginan. Namun justru dalam kondisi sulit, seperti sakit atau ujian hidup lainnya, di situlah letak hikmah jika kita mampu menerimanya dengan ikhlas," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ismed turut mengisahkan sosok pendiri TPI KH Rivai Abdul Manaf Nasution yang lahir di Kampung Amplas, Medan, pada tahun 1922. Dari latar belakang sederhana, tokoh tersebut memulai kehidupan dari pekerjaan kecil hingga akhirnya mampu mendirikan lembaga pendidikan.
Menurutnya, pendirian TPI dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap ketimpangan sosial, khususnya dalam akses pendidikan di tengah masyarakat. Pendidikan dipandang sebagai sumber kekuatan yang mampu mengubah kehidupan dan menciptakan keadilan sosial.
"Beliau memiliki visi jauh ke depan. Pendidikan dijadikan sebagai jalan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, berilmu, dan bermartabat," ungkapnya.
"Semua ini dimulai atas keprihatinan seorang tokoh muda bernama Drs. KH. Rivai Abdul Manaf Nasution yang melihat tidak adanya sarana pendidikan di lingkungan perkebunan negara di Sumatera Utara. Sebagai komoditas penghasil devisa besar bagi negara, para pekerja yang tinggal di areal pemukiman tidak bisa menyekelohkan anak anak mereka karena tidak adanya fasilitas pendidikan," jelasnya.
Ditambahkan Prof Ismet yang juga bergelar Datuk Cendikia Darmalaksana Raja ini, karena hal ini, KH. Rivai Abdul Manaf bersama beberapa saudara dan sahabatnya bertekad mendirikan sekolah di pemukiman para pekerja perkebunan.
"Namun, semangat juang dalam mencerdaskan anak bangsa tidaklah semudah yang dibayangkan, karena harus menghadapi sikap feodal pejabat negara pada masa itu dan ketiadaan biaya dalam membangun sarana dan prasarana menjadi faktor utama yang yang harus mereka jalani," jelasnya.
Berbekal tekad yang kuat dan prinsipi teguh yang dipegang KH Rivai Abdul Manaf Nasution, usaha mencerdaskan bangsa ini bisa terwujud dan mampu bertahan hingga sekarang, bahkan menjadi barometer bagi lembaga pendidikan lainnya di Sumatera Utara.
"Beliau memiliki prinsip yang sedikit berbeda dengan yang lain yakni melebarkan pengembangan pendidikan ke berbagai sektor. 'Jangan Bermain di tempat sempit' itu yang selalu diusungnya dalam setiap kegiatan," terangnya.
Prof. Ismed menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda. Ia berharap TPI tetap konsisten menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak insan cerdas, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual.
"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan perjuangan tersebut, dengan tetap berpegang pada nilai keikhlasan, kesabaran, dan idealisme dalam pendidikan," pungkasnya.red
sumut24.co MedanPemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong percepatan sertifikasi aset daerah sebagai bagian dari upaya pengamanan dan
kota
sumut24.co Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk menjaga keuangan negara dan memastikan Anggaran
Ekbis
sumut24.co MedanAnggota Komisi 4 DPRD Medan El Barino Shah SH MH minta Aparat Penegak Hukum (APH) dalami dugaan jual beli proyek fisik di
kota
Peringati Maulid Nabi Forum Minang Sati Sampaikan Aspirasi Kolaborasi dengan Pemko Medan
News
Ratusan Miliar dalam 20 Koper KPK Harus Bongkar Ke Mana Uang HGB Bogor Mengalir
News
JAKARTA Peneliti IndexPolitica, Denny Charter, menyampaikan analisisnya mengenai pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keu
Ekbis
PINTU DIPERCEPAT, PENGAWASAN DIPERKETAT Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDNStaf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasy
Politik
MEDAN SUMUT24.CO PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepenting
News
Tim Tabur Intel Kejati Sumut dan Kejari Madina Amankan DPO Terpidana Perkara Pertambangan di Kawasan Hutan
News
BDR Siswa Kota Solok Diperpanjang hingga 16 September.
News