Ambal Warso ke-31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co Pada dasarnya pembangunan itu merupakan usaha bersama bagi kepentingan bersama dalam upaya untuk menciptakan keadaan kehidupan yang lebih baik secara survival atau berkelanjutan. Namun saat ini yang terjadi, masyarakat yang miskin tetap miskin dan yang kaya makin kaya. Inilah akibat dari pemerintah yang masih kurang pro rakyat sehingga ekonomi masyarakat ekonomi lemah sulit berkembang, Ucap Managing Director Political and Economic Consulting Institute Of Indonesia (PECI) H Syahrir Nasution SE MM kepada Wartawan, Jumat (6/12). Menurutnya, Saat ini ada kecendrungan di mana “ Bangsa ini tumbuh maju kedepan, akan tetapi jelas-jelas terlihat oleh mata kepala kita sendiri tercecer dibelakang sangat jauh. Indonesia masih menganut dua sistem kehidupan yang aneh, KEMAJUAN & KETERBELAKANGAN berjalan LINIER atau istilah Ekonomi nya “ CETERIS PARIBUS†(berjalan bersama). Ada masyarakat yang maju terus dan berkembang , tapi di sisi yang lain ada warga masyarakat terkebelakang tidak berdaya untuk merobah kehidupannya. Tentu timbul pertanyaan di benak kita sebagai anak bangsa ini, apa penyebab nya?, salah satu penyebab nya adalah pemerataan itu belum tercapai penuh sesuai dengan cita-cita para founding Father kita dulu.
Dualisme kehidupan msih berjalan dan berkutat di tengah-tengah masyarakat yg maju namun juga terdapat masyarakat yang terkebelakang kehidupannya akibat dri tercabutnya akses ekonomi dari kehidupan sehari-hari.
Inilah yang disebut dalam Ilmu ekonomi makro dengan STRUCTURAL POVERTY “ ( Kemiskinan Struktural ). Kemiskinan Struktural: adalah Kemiskinan yg muncul bukan karena “ Ketidakmampuan†si miskin untuk bekerja (malas), melainkan karena ketidakmampuan sistem dan struktur sosial dalam menyediakan keswmpatan yangbmemungkinkan masyarakat miskin itu dapat bekerja.
Struktur sosial itu tidak mampu menghuhungkan masyarakat dengan sumber- sumber yang tersedia , baik yang disediakan oleh Alam, Pemerintah maupun Masyarakat yang ada di sekitarnya. Mereka yang tergolong dlm kelompok ini adalah ; buruh/ karyawan, tani, pemulung, penggali pasir dan mereka-mereka yang tidak terpelajar /terdidik dan terlatih. Pihak yang berperan besar dari terciptanya ini adalah pemerintah, karena pemerintah yang memiliki kebijakan dan kekuasaan cenderung membiarkan masyarakat dlm kondisi miskin dan termarginalkan, ucapnya.(W03)
[
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota