Usai Bertanding, Gubsu ke-17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kotaMedan I SUMUT24
Baca Juga:
- Usai Bertanding, Gubsu ke-17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
- Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
- Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot: Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evaluasi
Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah mengatakan, persoalan harga karet terutama di tingkat petani hingga saat ini masih terus menuai persoalan.
Kondisi ini menurutnya harus dilihat dari berbagai aspek, mulai dari aspek mutu karet yang dihasilkan, mata rantai perdagangan karet hingga pada kebijakan internasional antar negara penghasil karet dunia.
Hal ini disampaikan Edy Irwansyah pada Fokus Grup Diskusi “Solusi Meningkatkan Harga dan Ekspor Karet Guna Meningkatkan Sumber Devisa Negara dan Kesejahteraan Petani” di Hotel Antares Medan, Senin (11/11).
“Yang pertama kita selalu mendorong agar petani karet dapat membentuk kelompok tani. Melalui kelompok tani ini kita memberikan penyuluhan agar mereka dapat menghasilkan getah atau bahan olah karet (bokar) yang bersih. Karena harganya akan lebih tinggi dibanding bokar yang belum bersih,” katanya.
Selain persoalan mutu bokar, persoalan lain yang juga membuat harga karet ditingkat petani kerap rendah yakni karena mata rantai perdagangan yang harus mereka lalui dalam menjual getah karet mereka. Sampai saat ini menurut Edy, petani belum menjual langsung bokar mereka kepada pabrik, melainkan terlebih dahulu melalui pedagang kecil, yang diteruskan kepada pedagang sedang dan ke pedagang besar.
“Sistem ijon ini membuat harga pada tingkat petani itu terus berada pada posisi harga paling murah. Nah, jika sudah terbentuk kelompok tani dan hasil bokar-nya sudah bersih, maka Gapkindo bisa memfasilitasi mereka langsung menjual ke pabrik. Tentu pemangkasan mata rantai perdagangan ini akan membuat harga yang mereka peroleh menjadi lebih tinggi,” ujarnya.
Dua persoalan ini, menurut Edy, juga belum cukup untuk mendorong peningkatan harga di tingkat petani karet. Persoalan harga karet secara global, menurutnya juga masih memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi ini.
Saat ini, persentase ekspor karet Indonesia masih sangat tinggi yakni mencapai 85 persen secara nasional. Khusus dari Sumatera Utara, bahkan 90 persen karet masih diekspor akibat minimnya serapan karet di dalam negeri.
Dengan tingginya persentase ekspor tersebut, maka harga karet menurut Edy akan ditentukan oleh pasar global. Dalam hal inilah pemerintah Indonesia menurutnya perlu menjalin koordinasi dengan negara-negara produsen karet lainnya seperti Malaysia dan Thailand untuk menetapkan standart harga keekonomian.
“Saat ini standart harga keekonomian adalan 1,8 US dollar untuk barang ekspor, namun untuk karet masih 1,3 US Dollar. Dan kita melihat end user masih belum menunjukkan keinginan untuk membeli karet pada harga keekonomian itu,” ungkapnya.
Karena itulah pihaknya berharap pemerintah segera menjalin kesepakatan internasional dengan negara lain terkait standart harga karet tersebut disamping adanya upaya untuk meningkatkan serapan karet di dalam negeri.
“Saat ini serapan karet kita yang terbesar itu masih hanya untuk industri ban. Nah, kita mendorong agar pemerintah membangun industri-industri karet khususnya pada daerah-daerah penghasil karet terbesar di dalam negeri dengan mengundang investor,” pungkasnya. (R03)
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota
Hari Juang Polri 2026 di Padang Lawas Kapolres Dodik Yuliyanto Tegaskan Semangat Pengabdian
kota
1 Hektare Lahan Bawang Putih Ditanam di Madina, Kapolres Ketahanan Pangan Harus Diperkuat
kota