KH Marahalim Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di UNUSU bersama Ratusan Kader NU
KH Marahalim Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di UNUSU bersama Ratusan Kader NU
News
MEDAN I SUMUT24.CO
Baca Juga:
- KH Marahalim Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di UNUSU bersama Ratusan Kader NU
- Sempat Diwarnai Perlawanan, Firma Hukum Budi Dharma Berhasil Kembalikan Penguasaan Aset PT KAI di Medan
- Polda Sumut Ungkap Penembakan di Tanjung Morawa, Dua Tersangka Diamankan 1 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mensosialisasikan Kebijakan Sistem Pembayaran Terkini Uang Elektronik dan Quick Respon Indonesia Standard (QRIS) kepada mahasiswa di Gedung Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU) Jumat (1/11/2019) siang.
Bertujuan untuk mempermudah perputaran ekonomi untuk bisa lebih cepat dan lebih baik, sehingga di level UMKM dapat lebih maju, dan masyarakat dapat lebih mudah dalam setiap berbagai jasa pelayanan dan mendapat kepastian pembayaran dengan berbasis kartu dan digital dapat lebih pasti.
Hal ini dikatakan Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara Andiwiana mewakili Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan.
Selain itu juga menurutnya, keinginan untuk mensosialisasikan (QRIS) atau Quick Respon Indonesia Standard ini, kepada mahasiswa sebagai agen perubahan, untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang manfaat dari pada sistem pembayaran terkini dengan uang elektronik dan QRIS tersebut.
Menurut Andiwiana, negara Indonesia dengan penduduk 250 juta jiwa, jika masing masing orang saja, memegang sepuluh lembar uang kertas pecahan sepuluh ribu rupiah, sudah dapat dipastikan penggunaan kertas sebanyak 2,5 milyar lembar, nah untuk memproduksi uang sebanyak 2,5 milyar lembar tentu saja memeliki biaya produksi.
Mulai dari pengadaan kertas, tinta, air dan kain katun, semuanya ini tentu saja memiliki biaya produksi, nah salah satu dari keuntungan penggunaan uang elektronik atau digital, adalah untuk menghemat biaya produksi uang tersebut, dan juga ramah lingkungan, selain itu juga untuk menghindari tindakan premanisme atau perampokan terhadap pemegang uang itu sendiri, anti korupsi, dan juga dapat memonitor perilaku kita yang kurang baik bisa ketahuan, membantu UMKM.
“Saya ingin mengajak mahasiswa sebagai agen perubahan dengan memberikan penjelasan kepadamasyarakat,” jelas Andiwiana. Selain manfaat diatas, sudah terbukti penggunaan uang elektronik dapat menghindari kebocoran uang negara, kalau dulu kita pernah mendengar ada sebanyak 30 persen kebocoran uang negara, itu akibat pembayaran dilakukan dengan tunai. Namun ketika pembayaran dilakukan dengan non tunai, pendapatan negara, malah bisa naik hingga 30 persen,” ujar Andiwiana.
Selain menghadirkan Andiwiana, Bank Indonesia juga menghadirkan nara sumber Principal Ekonomist DKSP Bank Indonesi Akhis Hutabarat dalam acara sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Sumatera Utara ini.
Dikatakan Akhis Hutabarat, “kita tidak bisa lepas dari teknologi digital yang telah hadir di setiap sisi kehidupan kita, digitalisasi selain ada potensi juga ada resiko yang harus di mitigasi, itulah menjadi tugas Bank Indonesia sebagai otoritas keuangan di Indonesia,” katanya.
Selain itu juga menurutAkhis Hutabarat, ada lima visi sistem pembayaran Bank Indonesia 2025, diantaranya bagaimana kebijakan itu berjalan dengan baik, SPI 2025 mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung inklusi keuangan SPI 2025 mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi keuangan digital melalui open banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan SPI 2025 juga menjamin interlink antara Fintech.
Selain itu juga menurutnya, manfaat transaksi nontunai lebih murah efisien, konektivitas lebih luas, lebih praktis, kurangi friksi transaksi, transparan tata kelolanya yang semuanya itu tujuannya untuk inklusi keuangan atau pertumbuhan keuangan.
Sementara itu, sebelum kedua narasumber dari Bank Indonesia memberikan pemaparan dan penjelasannya, Prof Ramli MS Dekan Fakultas Ekonomi USU dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi alat pembayaran inovasi baru BITALKS dan QRIS sebagai alat Pembayaran Nasional akan dimulai di Januari 2020.
Karena QRIS ini memudahkan kita dalam melakukan transaksi. Cukup dengan satu QR Code bisa digunakan oleh semua instrumen atau aplikasi pembayaran. ‘Saya kira ini sangat positif guna mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia khususnya di Sumut yang berujung pada kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Sumut,†tandasnya.
Turut hadir Principal Economist DKSP BI, Akhis R Hutabarat yang memaparkan materi terkait kebijakan sistem pembayaran terkini dan Analis Eksekutif Departemen Regional BI Pusat, Elly Tjan.(R03)
KH Marahalim Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di UNUSU bersama Ratusan Kader NU
News
MEDAN , Firma Hukum Budi Dharma selaku kuasa hukum PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berhasil mengawal peng
News
Polda Sumut Ungkap Penembakan di Tanjung Morawa, Dua Tersangka Diamankan 1 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Polda Sumut Ungkap Kronologi Penembakan di Tanjung Morawa, Hingga Mobil Korban Tabrak Warga
News
Kapolda Sumut Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah, Ajak Bersama Jaga Kamtibmas dan Cegah Narkoba
News
Ditressiber Polda Sumut Edukasi Siswa SMAN 8 Medan, Perkuat Kesadaran Keamanan Digital
News
4 Rekan Korban Penembakan di Tanjung Morawa Jadi Tersangka Kepemilikan Senjata
News
Anggota DPR RI Hadiri Istighotsah Hari Santri, Ashari Tambunan Santri Memiliki Peran Penting dalam Sejarah Bangsa
News
JAKARTA Pendiri perusahaan riset opini publik IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan bahwa setiap lembaga konsultan politik
Umum
Hari Museum Nasional Mengintip Masa Lampau Lewat Arsitektur Kantor PTPN IV Regional 2
News