Jumat, 26 Juni 2026

OJK PERKUAT LITERASI KEUANGAN PEREMPUAN DI TEBING TINGGI UNTUK DUKUNG KETAHANAN EKONOMI KELUARGA

Administrator - Rabu, 24 Juni 2026 19:45 WIB
OJK PERKUAT LITERASI KEUANGAN PEREMPUAN DI TEBING TINGGI UNTUK   DUKUNG KETAHANAN EKONOMI KELUARGA
sumut24.co - Tebing Tinggi

Baca Juga:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Tebing Tinggi berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi keuangan kepada kaum perempuan di Kantor Walikota Tebing Tinggi, Selasa (23/6).

Kegiatan yang diikuti oleh anggota PKK, Dharma Wanita, pelaku usaha perempuan, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut bertujuan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan perempuan sebagai upaya mendukung ketahanan ekonomi keluarga serta meningkatkan pelindungan masyarakat dari berbagai risiko di sektor jasa keuangan.

Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Reza Leonhard yang hadir dalam kegiatan dimaksud sebagai narasumber menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga sehingga peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

"Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi sangat penting agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan," ujar Reza Leonhard.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Berdasarkan gender, indeks literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mencapai 65,58 persen. Adapun indeks inklusi keuangan laki-laki dan perempuan relatif sebanding, masing-masing sebesar 80,73 persen dan 80,28 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin luas, peningkatan pemahaman, pengetahuan, serta keterampilan keuangan masih perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, aman, dan bertanggung jawab.

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga maupun pembangunan ekonomi masyarakat.

"Dalam banyak rumah tangga, perempuan berperan sebagai pengelola keuangan keluarga, pengambil keputusan dalam kebutuhan sehari-hari, bahkan menjadi pelaku usaha yang menopang perekonomian keluarga. Oleh karena itu, kemampuan dalam memahami dan mengelola keuangan secara bijak merupakan keterampilan yang sangat penting," ujar Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama Bank Indonesia memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan, pelindungan konsumen, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus aktivitas keuangan ilegal yang saat ini semakin beragam.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengenali produk dan layanan jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh OJK. Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum menggunakan atau berinvestasi pada suatu produk keuangan.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai modus pinjaman online ilegal, penyalahgunaan data pribadi, investasi ilegal, hingga risiko judi online yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan keharmonisan keluarga.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diluncurkan OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara masif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan perempuan dapat semakin berperan sebagai pengelola keuangan keluarga yang cakap, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya secara ekonomi. Rel


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
OJK
beritaTerkait
Satgas PASTI Blokir 27 Gadai Swasta dan 228 Pedagang Kripto Tak Berizin
OJK Rilis Kebijakan Fleksibel untuk Perkuat Permodalan dan Tata Kelola Sektor PVML
Satgas Pasti Hentikan Kegiatan Universal Peak dan BAFI Group Indonesia
OJK Sebut Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Global
Perkuat Kinerja Organisasi, OJK Lantik Pejabat Baru
OJK Wujudkan Industri BPR/BPRS yang Berintegritas, Tangguh dan Kontributif
komentar
beritaTerbaru