Perkuat Tata Kelola Perusahaan, Direksi Inalum Temui Kejati Sumut
sumut24.co BATUBARA, Jajaran Direksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Ut
News
Baca Juga:
- Kreator, Bersiaplah: Kemenekraf, Indosat, dan Adobe Hadir untuk Mengubah Kreativitas Menjadi Peluang Nyata
- Gubernur Bobby Nasution Ajak Provider Telekomunikasi Perluas Akses Internet hingga Daerah Terpencil Sumut
- Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison Kolaborasi dalam Meningkatkan Jaringan 5G di Indonesia serta Hadirkan Layanan Berbasis AI
Indonesia tengah memasuki fase baru ekonomi digital. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai USD 340 miliar pada 2030, didorong oleh percepatan adopsi AI, cloud, IoT, fintech, dan sistem digital lintas industri. Namun di balik pertumbuhan tersebut, risiko siber berkembang dengan skala dan kompleksitas yang semakin tinggi.
Sebagai mitra transformasi digital enterprise di berbagai sektor industri Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui Indosat Business melihat langsung bagaimana percepatan transformasi digital turut memperluas tantangan keamanan siber yang dihadapi perusahaan. Kebutuhan enterprise kini tidak lagi hanya sebatas konektivitas dan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun ketahanan siber yang adaptif, terintegrasi, dan siap menghadapi ancaman modern.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Indosat Business meluncurkan whitepaper bertajuk "A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience" bersama pakar cybersecurity, Dr. Ir. Charles Lim, M.Sc., B.Sc., CSAP, Security+, CySA+, ECDE, CND, CCSE, CTIA, CHFI, EDRP, ECSA, ECSP, ECIH, CEH, CEI. Whitepaper ini mengangkat fenomena "resilience gap", yaitu kondisi ketika laju transformasi digital berkembang jauh lebih cepat dibanding kesiapan organisasi dalam membangun ketahanan siber.
Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, "Indonesia sedang memasuki fase baru ekonomi digital, namun pertumbuhan digital juga harus diiringi dengan ketahanan siber yang memadai. Hari ini, cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis."
Ia menambahkan, "Sebagai perusahaan yang mendampingi transformasi digital enterprise di berbagai sektor, kami melihat kebutuhan akan pendekatan keamanan siber yang lebih strategis dan adaptif semakin mendesak. Karena itu, kami bekerja sama dengan Dr. Charles Lim yang memiliki pengalaman panjang dan pemahaman mendalam di bidang cybersecurity untuk menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan kesiapan cyber resilience di Indonesia."
Dr. Ir. Charles Lim, Deputy Head of Master IT program, Swiss German University menambahkan, "Ancaman siber berkembang jauh lebih cepat dan semakin sulit dideteksi, terutama dengan munculnya AI-enabled fraud dan deepfake. Organisasi perlu beralih dari pendekatan yang reaktif menuju cyber resilience yang lebih adaptif dan berkelanjutan."
Lanskap ancaman siber di Indonesia kini berkembang semakin kompleks seiring meningkatnya adopsi AI dan digitalisasi enterprise. Whitepaper ini mencatat peningkatan AI-related fraud hingga 1.550% di sektor fintech Indonesia, termasuk penggunaan deepfake dan AI voice impersonation untuk penipuan berbasis identitas.
Besarnya eksposur risiko tersebut turut berdampak pada kesiapan enterprise. Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 11% organisasi di Indonesia yang dinilai siap menghadapi ancaman keamanan siber modern, sementara rata-rata kerugian akibat kebocoran data di Indonesia dapat mencapai sekitar Rp15 miliar. Di sisi lain, implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) juga mendorong organisasi memperkuat kemampuan monitoring dan respons keamanan siber secara real-time, termasuk memenuhi kewajiban pelaporan insiden dalam waktu 72 jam.
Selain membahas strategi seperti Zero Trust Architecture dan Human Firewall, whitepaper ini juga mengulas tantangan ketahanan siber lintas sektor strategis Indonesia, termasuk finansial, manufaktur, pemerintahan, dan pendidikan, yang kini menghadapi eksposur risiko siber yang semakin tinggi seiring percepatan digitalisasi nasional.
Melalui whitepaper ini, Indosat Business ingin mendorong perusahaan di Indonesia untuk melihat ketahanan siber sebagai bagian integral dari strategi transformasi digital dan daya saing bisnis jangka panjang. Sebagai mitra transformasi digital enterprise, Indosat Business terus memperkuat perannya dalam membantu perusahaan membangun fondasi digital yang lebih aman, adaptif, dan terpercaya di era AI dan ekonomi digital. (Rel)
sumut24.co BATUBARA, Jajaran Direksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Ut
News
Jelang Tugas Baru di Bareskrim, JMSI TABAGSEL selalu Support AKBP Wira Prayatna
kota
AKBP Dr Wira Prayatna SH SIK MH Ngopi ( Ngobrol Inspirasi ) Dengan JMSI Tabagsel
kota
Tanggapi Penggeledahan Penyidik Polri, Kejaksaan Agung Hormati Proses Hukum dan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
News
Polsek Medan Kota Ungkap Pencurian Nmax Diotaki Pacar
kota
101 Bungkus Liquid Pod Getar Gagal Dikirim ke Jakarta
Hukum
Bibit Kultur Jaringan Jadi Andalan, PT Hijau Surya Biotechindo Tawarkan Tanaman Bebas Penyakit dan Panen Lebih Seragam
kota
sumut24.co DeliserdangWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya membuka Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumut 2026 di
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai pesatnya perkembangan industri kuliner di Kota Medan harus diikuti dengan
kota
Dinas Kominfo Sumut Pamerkan Alat Telekomunikasi Era Klasik, Jadi Daya Tarik Pengunjung
kota