Senin, 22 Juni 2026

Gunawan Benjamin : Resiko Merugi Beli Bitcoin

Administrator - Selasa, 19 Desember 2017 15:46 WIB
Gunawan Benjamin : Resiko Merugi Beli Bitcoin

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Belakangan hari ini, semakin tingginya animo masyarakat di Sumatera Utara untuk berinvestasi virtual membeli bitcoin. “Saya sarankan masyarakat agar memahami resiko secara menyeluruh bila membeli bitcoin. Saya melihat ada resiko kita akan merugi jika terjadi tekanan pada harga bitcoin kedepan. Hal ini dikarenakan Bitcoin tidak memiliki underlying asset. Tidak terbayang jika ada tekanan jual yang sangat berpeluang menciptakan kerugian besar,” ujar Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin SE kepada SUMUT24, Selasa (19/12).

Terlebih, ujar Gunawan, karena harga bitcoin saat ini sudah berada di atas kisaran 150.000 US Dolar. “Jadi terlihat semacam gelembung kenaikan harga yang sangat fantastis. Yang kapan saja siap untuk pecah, sehingga bisa merusak harga bitcoin itu sendiri. Ingat kalau rugi, tidak aka nada satu pihak pun yang akan mengganti kerugian tersebut,” tegasnya.

Terkait dengan pembentukan harganya, “saya pikir sentimennya hanya persepsi saja. Selain itu, kita harus memantau perkembangan kondisi investor di Jepang maupun Korea Selatan yang menjadi basis sumber investor bitcoin. Isu negative yang berkembang di dua negara tersebut sangat berpeluang menekan harga bitcoin kedepan nantinya,” sebut Gunawan Benjamin.

Kalau ada pihak yang menyatakan bahwa Bitcoin itu bodong. “Saya pikir pendapat tersebut tidak bisa disalahkan. Karena saya yakin pembentukan harga yang menciptakan kenaikan sangat signifikan tersebut pada dasarnya disokong oleh pembeli yang bentuknya itu mirip dengan piramida. Agar harga Bitocin bisa naik terus, maka Bitcoin membutuhkan pembeli baru,” ujarnya mengingatkan.

Tidak ada yang menjamin sampai kapan hal ini akan berlangsung. “Saya yakin suatu saat nanti akan ada isu negative yang bisa menekan harga bitcoin nantinya,” ujar Gunawan.

Namun ada perbedaan yang mendasar antara bitcoin dengan investasi bodong yang selama ini meresahkan masyarakat. Pada dasarnya investor bitcoin menyadari bahwa ada resiko membeli bitcoin.

Tidak seperti investasi bodong yang cenderung menutupi resikonya. Bitcoin justru banyak difahami sebagai wahana mencari keuntungan dengan resiko yang tinggi. Karena harganya bisa naik atau turun secara signifikan. “Saya menilai Bitcoin ini lebih menjadi ajang spekulasi ketimbang investasi. Kita berharap otoritas keuangan kita mengambil sikap tegas terhadap bitcoin,” ujar Gunawan Benjamin lagi.

Hal ini bertujuan untuk melindungi masyarakat kita. “Saya kuatir banyak masyarakat kita yang hanya ikuti-kutan membeli bitcoin, tanpa menyadari resikonya. Nah, kita wajib melindungi masyarakat yang hanya tergiur dan cenderung ikut-ikutan tersebut. Jadi baiknya ada regulasi yang mengatur agar bitcoin tidak menjadi tempat bagi masyarakt untuk membenamkan uangnya,” tegas Gunawan Benjamin. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
MAVI Korwil Sumut Bubarkan Panitia Kejuaraan Bola Voli U-15 Sumut 2026
DPD AMPI Sumut Gelar Musda IX, David Luther Lubis Kembali Terpilih Pimpin AMPI Sumut
Bupati Pakpak Bharat Mendukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026
Wabup Menghadiri Pisah Sambut Kepala BPN Pakpak Bharat
Sekda Pakpak Bharat Bersama Batalyon TP 906/ Sanalenggam,Panen Perdana Jagung Di Desa Penanggalan
Mahasiswi USU Juara Karate Asia, Rektor USU : Menjadi Inspirasi Bagi Mahasiswa Lainnya
komentar
beritaTerbaru