Senin, 22 Juni 2026

Harga Sayur mayur di Medan Melambung Tinggi

Administrator - Rabu, 31 Mei 2017 15:12 WIB
Harga Sayur mayur di Medan Melambung Tinggi

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Warga Kota Medan melihat

Kondisi pasokan sayur-mayur yang kian langka membuat warga Kota Medan menjadi resah. Pasalnya, kondisi tersebut mengakibatkan harga sayuran memasuki hari ketiga Bulan Ramadan melambung tinggi.

Dari amatan wartawan di Pasar Padangbulan, beberapa sayuran seperti kangkung, sawi putih, sawi pahit dan bayam, mulai langka.

Menurut Asnih seorang pedagang di Pasar Padangbulan mengatakan, sudah tiga hari sayuran di pasar ini langka.

Biasanya satu hari ia mendapatkan sayuran 5 karung, namun hingga saat ini hanya mendapatkan 3 karung per hari.

“Sudah tiga hari pasokan sayuran berkurang, tidak tau apa penyebabnya, jadi saya tetap beli ke pemasok, agar saya tetap dapat berjualan,” katanya, Selasa (30/5).

Sementara, masih ditempat yang sama, hal senada juga dikatakan Asbih pedagang sayur-mayur lainya. Harga sayuran pun semakin mahal, seperti kangkung, biasa per 2 ikat dijual Rp2 ribu. Namun saat ini sudah mencapai Rp5 ribu per ikat.

“Begitu juga bayam, biasa harganya Rp 2 ribu per ikat, saat ini capai Rp 3.500 per ikat,” ujarnya.

Kenaikan harga ini sambungnya, disebabkam oleh pasokan yang semakin menipis dari distributor. Semakin sedikit pasokan, maka dapat mengakibatkan naiknya harga komoditas tersebut.

Selain di Pasar Padangbulan, Simanjuntak salah seorang Pedagang Pasar Seikambing mengatakan, sawi putih biasa dijual Rp 4 ribu, namun saat ini mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

“Penyebabnya saya tidak tahu. Hanya saja, distributor sayuran mengatakan, karena cuaca ekstrim yang membuat banyak petani gagal panen,” terangnya.

Dikatakannya, hampir mayoritas sayuran yang dijual di Medan, berasal dari daerah tanah Karo. Namun, beberapa hari belakangan ini pasokan memang kian menipis. Sebab, beberapa petani sayuran mengalami gagal panen.

Ketika dikonfirmasi akibat dari gagal panen, Simanjuntak tidak mengetahui pasti. Menurutnya, ada beberapa hal yang selama ini kerap terjadi.

“Gak tahu pasti. Tapi kalau gagal panen itu bisa karena cuaca, bisa karena abu Sinabung, banyak juga penyebabnya. Kali ini gak tahu kali gara-gara apa,” ungkapnya.(int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
MAVI Korwil Sumut Bubarkan Panitia Kejuaraan Bola Voli U-15 Sumut 2026
DPD AMPI Sumut Gelar Musda IX, David Luther Lubis Kembali Terpilih Pimpin AMPI Sumut
Bupati Pakpak Bharat Mendukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026
Wabup Menghadiri Pisah Sambut Kepala BPN Pakpak Bharat
Sekda Pakpak Bharat Bersama Batalyon TP 906/ Sanalenggam,Panen Perdana Jagung Di Desa Penanggalan
Mahasiswi USU Juara Karate Asia, Rektor USU : Menjadi Inspirasi Bagi Mahasiswa Lainnya
komentar
beritaTerbaru