Jumat, 01 Mei 2026

Harga Sayur mayur di Medan Melambung Tinggi

Administrator - Rabu, 31 Mei 2017 15:12 WIB
Harga Sayur mayur di Medan Melambung Tinggi

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Warga Kota Medan melihat

Kondisi pasokan sayur-mayur yang kian langka membuat warga Kota Medan menjadi resah. Pasalnya, kondisi tersebut mengakibatkan harga sayuran memasuki hari ketiga Bulan Ramadan melambung tinggi.

Dari amatan wartawan di Pasar Padangbulan, beberapa sayuran seperti kangkung, sawi putih, sawi pahit dan bayam, mulai langka.

Menurut Asnih seorang pedagang di Pasar Padangbulan mengatakan, sudah tiga hari sayuran di pasar ini langka.

Biasanya satu hari ia mendapatkan sayuran 5 karung, namun hingga saat ini hanya mendapatkan 3 karung per hari.

“Sudah tiga hari pasokan sayuran berkurang, tidak tau apa penyebabnya, jadi saya tetap beli ke pemasok, agar saya tetap dapat berjualan,” katanya, Selasa (30/5).

Sementara, masih ditempat yang sama, hal senada juga dikatakan Asbih pedagang sayur-mayur lainya. Harga sayuran pun semakin mahal, seperti kangkung, biasa per 2 ikat dijual Rp2 ribu. Namun saat ini sudah mencapai Rp5 ribu per ikat.

“Begitu juga bayam, biasa harganya Rp 2 ribu per ikat, saat ini capai Rp 3.500 per ikat,” ujarnya.

Kenaikan harga ini sambungnya, disebabkam oleh pasokan yang semakin menipis dari distributor. Semakin sedikit pasokan, maka dapat mengakibatkan naiknya harga komoditas tersebut.

Selain di Pasar Padangbulan, Simanjuntak salah seorang Pedagang Pasar Seikambing mengatakan, sawi putih biasa dijual Rp 4 ribu, namun saat ini mencapai Rp 10 ribu per kilogram.

“Penyebabnya saya tidak tahu. Hanya saja, distributor sayuran mengatakan, karena cuaca ekstrim yang membuat banyak petani gagal panen,” terangnya.

Dikatakannya, hampir mayoritas sayuran yang dijual di Medan, berasal dari daerah tanah Karo. Namun, beberapa hari belakangan ini pasokan memang kian menipis. Sebab, beberapa petani sayuran mengalami gagal panen.

Ketika dikonfirmasi akibat dari gagal panen, Simanjuntak tidak mengetahui pasti. Menurutnya, ada beberapa hal yang selama ini kerap terjadi.

“Gak tahu pasti. Tapi kalau gagal panen itu bisa karena cuaca, bisa karena abu Sinabung, banyak juga penyebabnya. Kali ini gak tahu kali gara-gara apa,” ungkapnya.(int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rico Waas: Yayasan Pendidikan Berbasis Agama Berperan Bentuk Karakter Generasi Muda
Columbia Asia Aksara Resmikan Trauma Centre Terintegrasi 24 Jam
PHI Soroti Sinkronisasi Data Perusahaan dengan Fakta di Lapangan
Realisasi PAD Sumut Lampaui 26%, Pemprov Sumut Optimistis Target Tahunan Tercapai
Menaker: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
BNCT Perkuat Sinergi dengan Agen Maersk, Dorong Peningkatan Kinerja Layanan di Belawan
komentar
beritaTerbaru