KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
Medan I Sumut24.CO Menjelang natal dan tahun baru (Nataru) terjadi kenaikan harga beberapa komoditas untuk kebutuhan masyarakan di Sumatera Utara. Meski trennya melambung, tapi masih dalam batas kewajaran sementara beberapa komoditas lainnya justru melonjak tinggi. Demikian dikatakan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Soekowardojo, dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang dilakukan secara online maupun offline di caffe Belmondo Jalan Teuku Daud, Medan, Selasa (14/12).
Baca Juga:
Dimana untuk harga Cabai Rawit di Kota Medan sudah mencapai Rp 44.400 per kilogram bila dibanding saat November 2021. Sedangkan untuk harga minyak goreng Rp 17.910, juga mengalami kenaikan dibanding pada November 2021 kemarin.
Sementara harga cabai merah di harga Rp 28.600 (turun dibanding November 2021). Begitu juga pada harga Daging Sapi Rp 125.000, Daging Ayam Rp 32.500, Bawang Merah Rp 27.000, Bawang Putih Rp 26.400, Telur Ayam Rp 23.360, serta Gula Pasir Lokal Rp 12.600 yang ikut turun dibanding pada November 2021.
“Jadi secara umum harga pangan strategis terpantau relatif stabil. Meski cabai rawit dan minyak goreng cukup tinggi,†jelas Soekowardojo.
Sejak awal tahun 2021, sebut orang nomor satu di KPw BI Sumut itu, harga minyak goreng memang menunjukan tren kenaikan. Hal itu dipicu oleh naiknya harga CPO global yang masih terus berlanjut. Sementara kenaikan harga cabai rawit dipicu dampak berkurangnya pasokan dari Aceh bersamaan dengan meningkatnya permintaan karena pelonggaran ketentuan PPKM.
Dalam merespon kenaikan harga beberapa komoditas tersebut, Soekowardojo menyebutkan, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Sumut telah berkolaborasi dengan produsen untuk melaksanakan operasi pasar murah tahap awal pada November 2021 lalu di 10 Kab/Kota se-Sumatera Utara dengan total 38.000 liter seharga Rp15.000/liter.
“Ke depan akan dilakukan operasi pasar murah lanjutan bersama dengan para produsen. Saat ini Disperindag ProvSu dalam proses mapping lokasi. Dalam hal ini Kemendagri juga telah melakukan koordinasi sebelumnya dengan produsen agar dapat melakukan penjualan ke pengecer dengan harga Rp13.500/liter dan konsumen Rp14.000/liter,†pungkas Soekowardojo. (R03)
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota