Kamis, 25 Juni 2026

Harga Minyak Goreng dan Cabai Melambung Jelang Natal dan Tahun Baru

Administrator - Rabu, 15 Desember 2021 01:04 WIB
Harga Minyak Goreng dan Cabai Melambung Jelang Natal dan Tahun Baru

Medan I Sumut24.CO Menjelang natal dan tahun baru (Nataru) terjadi kenaikan harga beberapa komoditas untuk kebutuhan masyarakan di Sumatera Utara. Meski trennya melambung, tapi masih dalam batas kewajaran sementara beberapa komoditas lainnya justru melonjak tinggi. Demikian dikatakan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Soekowardojo, dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) yang dilakukan secara online maupun offline di caffe Belmondo Jalan Teuku Daud, Medan, Selasa (14/12).

Baca Juga:

Dimana untuk harga Cabai Rawit di Kota Medan sudah mencapai Rp 44.400 per kilogram bila dibanding saat November 2021. Sedangkan untuk harga minyak goreng Rp 17.910, juga mengalami kenaikan dibanding pada November 2021 kemarin.

Sementara harga cabai merah di harga Rp 28.600 (turun dibanding November 2021). Begitu juga pada harga Daging Sapi Rp 125.000, Daging Ayam Rp 32.500, Bawang Merah Rp 27.000, Bawang Putih Rp 26.400, Telur Ayam Rp 23.360, serta Gula Pasir Lokal Rp 12.600 yang ikut turun dibanding pada November 2021.

“Jadi secara umum harga pangan strategis terpantau relatif stabil. Meski cabai rawit dan minyak goreng cukup tinggi,” jelas Soekowardojo.

Sejak awal tahun 2021, sebut orang nomor satu di KPw BI Sumut itu, harga minyak goreng memang menunjukan tren kenaikan. Hal itu dipicu oleh naiknya harga CPO global yang masih terus berlanjut. Sementara kenaikan harga cabai rawit dipicu dampak berkurangnya pasokan dari Aceh bersamaan dengan meningkatnya permintaan karena pelonggaran ketentuan PPKM.

Dalam merespon kenaikan harga beberapa komoditas tersebut, Soekowardojo menyebutkan, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Sumut telah berkolaborasi dengan produsen untuk melaksanakan operasi pasar murah tahap awal pada November 2021 lalu di 10 Kab/Kota se-Sumatera Utara dengan total 38.000 liter seharga Rp15.000/liter.

“Ke depan akan dilakukan operasi pasar murah lanjutan bersama dengan para produsen. Saat ini Disperindag ProvSu dalam proses mapping lokasi. Dalam hal ini Kemendagri juga telah melakukan koordinasi sebelumnya dengan produsen agar dapat melakukan penjualan ke pengecer dengan harga Rp13.500/liter dan konsumen Rp14.000/liter,” pungkas Soekowardojo. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Serah Terima Jabatan Sekretaris dan Kepala Bidang pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok
Untuk Tingkatkan Pelayanan dan Penyuluhan Kesehatan Bupati Solok Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Solok
Rico Waas Dinilai Pemimpin untuk Semua, Tandatangani Prasasti Revitalisasi Gereja St. Antonius
Dorong Peran Kampus, Pemko Medan Ajak Mahasiswa Jadi Garda Edukasi Lingkungan dan Antinarkoba
Menyongsong 2029, Rumah Kebangkitan Mulai Susun Strategi Dorong Gibran Maju ke Kursi Presiden
Wabup Basri Bongkar Kinerja APBD 2025, Paluta Catat Surplus Rp43,5 Miliar dan Raih WTP
komentar
beritaTerbaru