Akibat Hujan Terus Menerus, Jembatan Gantung Sabahotang Ambruk.

96
PALAS | SUMUT24
Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.000 jiwa penduduk Desa Saba Hotang, Kecamatan Barumun, Kabupaten  Padang Lawas,
(Palas) terancam terisolir akibat ambruknya  jembatan gantung yang menja­di satu-satunya akses perhubungan  ke desa tersebut.
Tokoh masyarakat Desa Saba Hotang Jhoni, Senin (2/12) , mengatakan, akibat Intensitas hujan yang cukup tinggi dalam dua pekan belakangan ini mengakibatkan akses jalan jembatan gantung ambruk dan putus
Akibatnya , masyarakat setempat menjadi  kesulitan  untuk keluar dari desa karena jembatan gantung diatas sungai Barumun ini  merupakan akses satu -satunya penghubung kewilayah desa Sabahotang
“Akibat  jembatan gantung itu ambruk, untuk keluar desa masyarakat terpaksa mengarungi sungai Barumun serta menghanyut agar busa keluar dari desa menuju ibukota Sibuhuan .Tidak ada  jembatan da­rurat yang menjadi solusi bagi warga,” kata Jhoni
Diutarakannya, saat ini masyarakat sa­ngat kesulitan akibat ke­tiadaan infastruktur jembatan yang menghubung­kan ke desa itu, termasuk untuk mengangkut hasil panen masyarakat yang akan dijual ke luar.
“Hasil panen masyarakat seperti kelapa sawit ,getah karet dan lainnya ,kini  sulit dikeluarkan dari  desa karena ketiadaan.akses jalan yang mengandalkan  jembatan gantung tersebut ,”ungkapnya lagi
Ironisnya lagi , anak-anak sekolah  harus menyeberangi sungai jika berangkat ke sekolah karena akses jalan telah ambruk ,”beber tokoh masyarakat Desa Sabahotang .
Dijelaskannya, akibat arus sungai me­luap tinggi di hulu Sungai Barumun, fon­dasi penyangga jembatan gantung yang berada di atas per­mukaan sungai selebar 130 meter menuju Saba Hotang Ke­ca­matan Barumun, ambruk sehingga berdampak kemiringan yang cukup parah.
Jembatan gantung sebagai sarana peng­hubung Desa Sigorbus Julu dan Saba Hotang rusak berat dan tidak dapat dilalui masyarakat lagi. Akibatnya, 200 KK atau sekitar 1.000 jiwa penduduk terisolir. Warga tidak dapat keluar dari desa itu.
Kepala Desa Abi Jumroh  berharap pemerintah segera mengatasi kerusakan jem­batan ini. Dia juga berharap supaya kondisi ini segera dica­rikan jalan keluarnya agar tidak menjadi persoalan berkepanjangan yang berdampak kian terisolirnya masyarakat Saba Hotang.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat ,jika tidak segara diatasi pe perbaikannya masyarakat di desa itu akan semakin  terisolir akibat ketiadaan jem­batan,” ungkapnya.
Saat ini ,tambah Jumroh, lantai jembatan  hancur dan tidak  dapat lagi diper­gunakan warga un­tuk menyeberang sampai kedesa melalui akses jembatan ini .
Wakil Ketua DPRD Palas H.Irsan Bangun Harahap mendapat informasi dari masyarakat Senin (2/12 ), langsung turun kelokasi .
Irsan melihat langsung hampir seluruh lantai jembatan patah dan rusak ,tentu hal ini  cukup  berbahaya untuk dilintasi sepeda motor. Bah­­kan, sebagian lantai yang terbuat dari kayu itu sudah hancur ,tapi warga tetap nekat  melin­tasinya.
Harapan warga ,kata Irsan , peme­rin­tah segara mungkin memper­baiki jem­batan yang ambruk itu , agar warga tidak lagi khawatir saat melintasinya. “Kalau tidak secepatnya diperbaiki, dikhawatirkan akan jatuh kor­ban , tegas Irsan Bangun
” Saya sudah menghubungi pihak PU Palas , persolan ambruk jembatan itu akan segera dilakukan perbaikan ,” terangnya di kantor DPRD Palas
Masyarakat setempat yang ditemui dilokasi  juga mengaku,  telah ber­ulang kali melakukan per­baik­an lantai jem­batan secara swadaya. Selalu bergotong ro­yong untuk memperbaiki lan­tai jembatan ini sejak dahu­lu, sebut  Hasan
Selain swadaya, kata dia , pihak pemerintahan desa juga telah berulang kali melakukan perbaikan .”Kita berharap Pemkab Palas me­lalui dinas terkait agar memperbaiki jemba­tan. agar akses masyarakat dapat kembali normal, timpalnya (RAS)
Loading...