Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
Sigli | Sumut24 Dahulu masyarakat berbondong-bondong membantu sekolah, membangun kelas dan menjual padi untuk membiayai operasional sekolah, semua dilakukan secara iklas demi pendidikan anak-anak mereka. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthalamuddin saat menyampaikan arahan pada kegiatan Pelatihan Manajemen Sekolah Modul 3 USAID PRIORITAS jenjang SMP/MTs Kabupaten Pidie yang diikuti oleh kepala sekolah, guru dan komite sekolah sebagai perwakilan masyarakat di Hotel Blang Asan Pidie, kemarin. “Dahulu lembaga pendidikan adalah bagian dari masyarakat yang mendidik anak-anak masyarakat, seperti itulah besarnya tanggung jawab masyarakat terhadap sekolah, masa-masa seperti inilah yang sangat kami rindukan kembali terjadi di sekolah,†lanjut Murtala. Bukan tanpa alasan, kadis yang setiap pagi mengunjungi sekolah sembari menuju kantor tersebut mendapati masih terjadi praktik yang tidak baik di sekolah, misalnya ada sekolah yang kepala sekolahnya jarang datang ke sekolah. “Masih ada sekolah yang tidak melaksanakan prosedur dengan baik, kami megakui tidak sanggup menjaga semua sekolah, oleh karena itu kami sangat harapkan bantuan komite untuk mengawasi sekolah, lapor kepada saya jika ada kejanggalan,†pinta Murthala. Salah satu dampaknya, dari hasil UKG (Uji Kompetensi Guru) yang terakhir dilakukan, mendapati 86,34 % guru di Pidie tidak menguasai materi dan tidak dapat mengajar dengan baik. Pelatihan yang diikuti oleh 46 orang peserta yang berasal dari 8 SMP/MTs mitra USAID PRIORITAS di Kabupaten Pidie tersebut akan berlangsung selama 2 hari. Para peserta pelatihan akan memperoleh berbagai materi seperti Kaji Ulang Kemajuan Sekolah, Pengelolaan Program Budaya Baca, Keterampilan Menyimak dalam MBS, Peran Kepsek, Guru, Komite Sekolah dan Pengawas dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran. Pada Modul ini, peserta juga diajak untuk lebih memiliki berbagai strategi mengembangkan budaya baca di sekolahnya, antara lain dilakukan oleh guru yang membacakan teks bacaan sementara siswa mendengar dengan seksama. “Dalam mengelola program budaya baca, beberapa sekolah sudah menerapkannya lebih dulu seperti sudut baca, wajib baca selama 15 menit sebelum mulai pelajaran, dan penghargaan pada siswa yang rajin membaca, apalagi USAID PRIORITAS telah menyumbangkan buku-buku menarik di sekolah-sekolah mitranya untuk mendukung program pemerintah tersebut,†kata Mashadi Koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Pidie. (Jam)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
Jakarta Sumut24.co PT PLN Indonesia Power Services, PT Barata Indonesia (Persero), dan Technofit Sdn Bhd Malaysia sepakat mengembangkan pu
News
Sosok Ipda Yayat Sudrajat, Diduga Miliki Belasan Aset Mewah yang Dipantau KPK dan Fakta Pernah Diperiksa Propam
News
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Bank Sumut Cabang Kisaran menggelar kegiatan Gathering Kredit Pra Pensiun Kabupaten
News
sumut24.co ASAHAN, Lembaga Penegakan Supremasi Hukum (LPSH) Cabang Asahan kembali mengirimkan surat resmi ke Kejaksaan Agung maupun Kejaksa
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi di sektor lingkung
News
Kejar Target PAD 2026, Wagub Sumut Minta OPD dan BUMD Bergerak Bersama
News
Penanganan Bencana di Solok Pemko Payakumbuh Kirim 56 Personel dan Peralatan Bantu
News
2 Maling AC Ditangkap Polsek Medan Area
Hukum