4 Kali Beraksi di Yayasan Amalia Maling 5 Laptop dan 2 Set AC Ditangkap Polsek Medan Area
4 Kali Beraksi di Yayasan AmaliaMaling 5 Laptop dan 2 Set AC Ditangkap Polsek Medan Area
kota
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Pasca ledakan bom dilakukan pelaku terduga teroris yang beberapa hari terakhir terjadi di Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI), menjadi perhatian banyak kalangan masyarakat lokal maupun internasional. Dampaknya, mau tidak mau, anak-anak turut terpapar informasi tentang aksi terorisme ini.
Sejumlah beberapa orang tua, juga tidak luput mendapatkan pertanyaan soal terorisme dari anak-anak mereka.
Apanila anda sebagai orang tua, atau orang dewasa yang juga mengalami hal yang sama dan bingung dalam memberikan jawaban, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia memaparkan cara tepat membicarakan terorisme dengan anak.
1). Mencari tahu pemahaman anak
Orang tua perlu mencari tahu apa yang anak pahami. Bahas secara singkat tentang apa yang terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terkonfirmasi, dan ajak anak untuk menghindari isu spekulasi.
2). Menghindari paparan gambar mengerikan
Menghindari paparan televisi dan media sosial yang sering menampilkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak di bawah usia 12 tahun.
3). Mengidentifikasikan rasa takut pada anak
Kamu sebagai orang tua perlu mengidentifikasi rasa takut pada anak yang mungkin berlebihan. Pahami pula bahwa setiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan kepada anak bahwa kejahatan terorisme sangat jarang, namun kewaspadaan tetap diperlukan.
4). Membantu anak mengungkapkan perasaan
Bantu anak mengungkapkan perasaannya terhadap tragedi yang terjadi. Bila ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat, yaitu pelaku kejahatan. Hindari prasangka pada identitas golongan yang didasarkan pada prasangka.
5). Menjalani kegiatan keluarga secara normal
Jalani kegiatan keluarga bersama secara normal untuk memberikan rasa nyaman, serta tidak tunduk pada tujuan teroris menganggu kehidupan kita. Kebersamaan dan komunikasi secara rutin penting untuk mendukung anak.
6). Mengapresiasi kerja polisi
Orang tua perlu mengajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para polisi, TNI, dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani, dan membantu masyarakat di masa tragedi. Diskusikanlah lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka, daripada sisi kejahatan pelaku teror.(red)
4 Kali Beraksi di Yayasan AmaliaMaling 5 Laptop dan 2 Set AC Ditangkap Polsek Medan Area
kota
sumut24.co ASAHAN, Kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan yang bernilai fantastis menca
News
Tinjau Progres Pemulihan Pascabencana Banjir & Longsor Sumatra, UNIQLO Menyapa Langsung Penerima Manfaat dan Masyarakat TerdampakTotal Donas
Umum
sumut24.coMEDAN, Menjalani pengobatan jauh dari tempat tinggal bukan perkara mudah bagi Safrida, 48 tahun, warga Pangkalan Brandan, Kecamat
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bersama Kepolisian Daerah Sumatera Utara meresmikan Stasiun P
kota
JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar pertemuan penutup (exit meeting) Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Percontohan Anti
News
Polsek Medan Area Tangkap Maling Laptop
kota
JAKARTA Dampak kenaikan harga BBM non subsidi dinilai semakin meluas dan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional serta pelaksa
News
Wali Kota menerima audiensi Ephorus GKPS bersama Panitia Konser Harmoni 30 Tahun Internasionalisasi United Evangelical Mission
kota