Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Pasca ledakan bom dilakukan pelaku terduga teroris yang beberapa hari terakhir terjadi di Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI), menjadi perhatian banyak kalangan masyarakat lokal maupun internasional. Dampaknya, mau tidak mau, anak-anak turut terpapar informasi tentang aksi terorisme ini.
Sejumlah beberapa orang tua, juga tidak luput mendapatkan pertanyaan soal terorisme dari anak-anak mereka.
Apanila anda sebagai orang tua, atau orang dewasa yang juga mengalami hal yang sama dan bingung dalam memberikan jawaban, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia memaparkan cara tepat membicarakan terorisme dengan anak.
1). Mencari tahu pemahaman anak
Orang tua perlu mencari tahu apa yang anak pahami. Bahas secara singkat tentang apa yang terjadi, meliputi fakta-fakta yang sudah terkonfirmasi, dan ajak anak untuk menghindari isu spekulasi.
2). Menghindari paparan gambar mengerikan
Menghindari paparan televisi dan media sosial yang sering menampilkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak di bawah usia 12 tahun.
3). Mengidentifikasikan rasa takut pada anak
Kamu sebagai orang tua perlu mengidentifikasi rasa takut pada anak yang mungkin berlebihan. Pahami pula bahwa setiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan kepada anak bahwa kejahatan terorisme sangat jarang, namun kewaspadaan tetap diperlukan.
4). Membantu anak mengungkapkan perasaan
Bantu anak mengungkapkan perasaannya terhadap tragedi yang terjadi. Bila ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat, yaitu pelaku kejahatan. Hindari prasangka pada identitas golongan yang didasarkan pada prasangka.
5). Menjalani kegiatan keluarga secara normal
Jalani kegiatan keluarga bersama secara normal untuk memberikan rasa nyaman, serta tidak tunduk pada tujuan teroris menganggu kehidupan kita. Kebersamaan dan komunikasi secara rutin penting untuk mendukung anak.
6). Mengapresiasi kerja polisi
Orang tua perlu mengajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para polisi, TNI, dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani, dan membantu masyarakat di masa tragedi. Diskusikanlah lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka, daripada sisi kejahatan pelaku teror.(red)
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
Jakarta Sumut24.co PT PLN Indonesia Power Services, PT Barata Indonesia (Persero), dan Technofit Sdn Bhd Malaysia sepakat mengembangkan pu
News
Sosok Ipda Yayat Sudrajat, Diduga Miliki Belasan Aset Mewah yang Dipantau KPK dan Fakta Pernah Diperiksa Propam
News
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Bank Sumut Cabang Kisaran menggelar kegiatan Gathering Kredit Pra Pensiun Kabupaten
News
sumut24.co ASAHAN, Lembaga Penegakan Supremasi Hukum (LPSH) Cabang Asahan kembali mengirimkan surat resmi ke Kejaksaan Agung maupun Kejaksa
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi di sektor lingkung
News
Kejar Target PAD 2026, Wagub Sumut Minta OPD dan BUMD Bergerak Bersama
News
Penanganan Bencana di Solok Pemko Payakumbuh Kirim 56 Personel dan Peralatan Bantu
News
2 Maling AC Ditangkap Polsek Medan Area
Hukum