Pencuri Pintu Besi Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
Pencuri Pintu Besi Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
kota
PIDIE JAYA | SUMUT24 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya akan membentuk tim untuk melakukan penertiban hewan ternak di dalam lingkup wilayah sekitar Pidie Jaya (Pijay), mengingat selama ini hewan ternak sangat meresahkan petani padi serta pengguna jalan lintas nasional. Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Pengembangan Hasil Ternak,drh. Amirullah menyatakan, pemerintah sudah membentukkan tim dalam melakukan sosialisasi dan penertiban hewan ternak dalam lingkup wilayah Kabupaten Pidie Jaya. “Kita rencana akan bangun kandang serta penanaman rumput ternak untuk hewan yang nantinya ditangkap di kawanan Kecamatan Pante Raja yaitu Desa Peurade karena di situ ada tanah pemda yang tersedia saat ini, ” sebut drh.Amirullah, kepada Sumut24, Selasa ( 02/02/2016), melalui selularnya. Dia menambahkan, anggaran sosialisasi dan penertiban hewan ternak yang disahkan mencapai Rp.600 juta. “Anggaran ini difungsikan untuk kandang, penanaman rumput, gaji penjaga ternak perbulan Rp.500 ribu, serta honor para muspida, sosialisasi, dan publikasi nantinya,” jelas drh.Amirullah. Sedangkan anggaran operasional penertiban ternak dan pengangkutan ternak langsung di plot ke Satpal PP karena itu ranahnya. ” Kalau biaya-biaya pertemuan yang lain tidak cukup, sedangkan kegiatan yang tersebut di atas ini anggaran sudah memadai, kalau kegiatan sosialisasi dilakukan mulai sekarang sampai bulan 12 nanti,” kata Amirullah. Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) Pidie Jaya, Dra.Asiah.MM, dihubungi Sumut24, secara terpisah melalui selularnya, mengakui dirinya tidak mengetahui berapa nominal jumlah anggaran yang di plot untuk operasional penertiban hewan ternak. ” Coba tanya ke bagian keuangan, saya tidak tahu berapa,” sebut Asiah. Sekjed Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Pidie Jaya, Nasruddin, menyatakan, pihaknya mendukung kegiatan tersebut tetapi pemda setempat terlebih dahulu harus menyediakan tempat pengebalahan hewan ternak bagi masyarakat. ” Kalau tidak ada tempat pengebalahan, itu sama saja berarti pemda tidak membolehkan masyarakat untuk mempelihara ternak, tetapi ada juga tempat-tempat perlu ditertibkan yaitu jalan nasional dan perkantoran, dan lakukan sosialisasi secara detail,” sebut Nasruddin. Lebih lanjut dia menyebutkan, selama ini kehidupan perekonomian masyarakat Pidie Jaya ada di dua sisi yaitu pertanian dan perternakan.” Intinya kita mendukung apa bila pemda menyediakan lahan pengebalahan ternak untuk masyarakat jangan gara-gara itu nantinya akan terus bertambah lagi kemiskinan di daerah ini,” katanya. (Jam)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Pencuri Pintu Besi Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
kota
Keluarga Winda Lorenza Gowasa Resmi Lapor ke Polda Sumut
kota
Kementan Apresiasi Kecepatan Penanganan Pascabencana Sektor Pertanian Kabupaten Solok.
kota
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M, Pimpin Apel Gabungan Sekaligus Membuka Gerakan Gotong Royong Bersama.
kota
PCNU Sumut Dukung Gus Yusuf Pimpin PBNU Muktamar Jombang
kota
sumut24.co ASAHAN, Kepekaan dan laporan dari masyarakat menjadi kunci keberhasilan kepolisian membongkar dugaan praktik penyalahgunaan seka
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Kabupaten Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi perwakilan Yayasan SMA Swasta Panti Buda
News
sumut24.co ASAHAN, Guna memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mempersiapkan kelompok berprestasi, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan
News
sumut24.co ASAHAN, Semangat kebangsaan bergema kencang di sepanjang Jalan Madong Lubis, tepat di depan SMP Negeri 1 Kisaran, Kamis (06/08/2
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku yang mema
News