Kamis, 24 September 2026

Pengusaha Ikan Teri di Pidie Jaya Butuh Bantuan Tempat Penjemuran

Administrator - Kamis, 04 Mei 2017 12:15 WIB
Pengusaha Ikan Teri di Pidie Jaya Butuh Bantuan Tempat Penjemuran
PIDIE JAYA – Sejumlah pengusahan atau toke ikan teri kering di kawasan Kuala Kiran, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, meminta bantuan tempat penjemuran ikan teri kepada pemerintah setempat, mengingat jumlah produksi ikan terus bertambah. Jika dibiarkan pengusaha akan takut rugi karena ikannya busuk dan tak dapat dijual. “Yang mendesak sekali saat ini bagi kami adalah tempat penjemuran ikan serta tempat masak ikan teri,”sebut Fakri (55) salah seorang toke ikan teri Kuala Kiran, Kamis (4/5/2017) kepada SUMUT24. Menurut dia, ikan teri yang di produksi di kawasan itu perhari mencapai 20 ton lebih. “Ikan di sini akan di kirim ke wilayah medan, pekan baru dan wilayah Aceh juga,maka itu kita saat sangat mendesak bantuan tempat penjenmuran ikan teri,”pintanya. Dalam setahun cuma sekitar 6 bulan Kata dia, kawasan itu memiliki ikan teri yang banyak. “Disini jumlah yang memasak ikan di kuala kiran berjumlah 9 orang pengusaha ikan teri,” terangnya. Peralatan yang selama ini gunakan merupakan bantuan setelah tsunami. “ini lah cuma yang ada bantuan setelah tsunami, tempat masak dan ancak, namun sampai saar ini belum ada bantuan apa pun,” tegas Fakri. (Jamal)

 

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
Pusat MRO Turbin Dibangun di Cilegon, Bidik Pasar Nasional dan ASEAN
Sosok Ipda Yayat Sudrajat, Diduga Miliki Belasan Aset Mewah yang Dipantau KPK dan Fakta Pernah Diperiksa Propam
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
Hadapi Masa Purna Tugas dengan Kesiapan Menyeluruh, Bupati Asahan Buka Gathering Kredit Pra Pensiun Bank Sumut
LPSH Surati Kejagung Terkait Korupsi Rp 52,5 Miliar Dana Hibah KONI Asahan Dianggap "Bola Pingpong", Diminta Segera Diusut Tuntas
komentar
beritaTerbaru