Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
BANDA ACEH | SUMUT24 Suara-suara yang menyerukan agar pengadaan lima videotron oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh senilai Rp 8,5 miliar dibatalkan karena tak efektif dan kurang fungsional, masih terus mengalir . Malah ada yang berpendapat bahwa dengan atau tanpa videotron toh mutu pendidikan Aceh tetap seperti ini (rendah -red). “Saya menilai videotron tidak akan membawa hasil signifikan bagi pendidikan Aceh. Dengan atau tanpa videotron, pendidikan Aceh akan tetap seperti ini. Maju atau tidaknya pendidikan Aceh bukan karena videotron,†kata Firdaus D Nyak Idin, pekerja sosial di Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial (Puspelkessos) Aceh kemarin. Mantan aktivis LSM Solidaritas Rakyat Antikorupsi (SoRAK) ini juga menekankan, kalau tak mungkin lagi dibatalkan karena paket proyeknya hampir dilelang, maka pengadaan videotron sebagai sarana publikasi pendidikan di Aceh hendaknya bukan sekadar untuk tebar pesona pejabat. Disdik Aceh dan kabupaten/kota, menurut Firdaus, harus serius memanfaatkan videotron tersebut untuk menyampaikan informasi penting soal pendidikan. Misalnya, soal alokasi dana, jumlah anak putus sekolah, soal kebijakan, dan lain-lain. Mungkin bisa juga dikomunikasikan dengan stakeholder lainnya. Termasuk menyosialisasikan kondisi terkini anak Aceh, misalnya, status gizi anak Aceh dan informasi penting lainnya. “Harus ada pula komitmen Disdik Aceh agar videotron itu nantinya bisa dimanfaatkan oleh stakeholder lain, misalnya Komisi Informasi Aceh,†ujarnya. Kurdinar, aktivis LSM yang juga pengurus KNPI Aceh berpendapat, “Saya juga setuju proyek videotron itu dibatalkan. Dananya bisa dialihkan ke proyek lain seperti kampanye dan sosialisasi antikekerasan terhadap anak yang justru sedang marak di Aceh.†Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA), Afrizal Tjoetra berpendapat, pengadaan videotron itu sebaiknya dibatalkan. Jika masih hendak mencapai tujuan publikasi mengenai pendidikan melalui videotron, ada baiknya dialihkan untuk penguatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Disdik Aceh dan kabupaten/kota se-Aceh. “Dana tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kapasitas website, perlengkapan, dan tenaganya. Mudah-mudahan upaya ini selaras dengan kehendak publikasi data/informasi publik mengenai pendidikan di Aceh,†ujar kandidat doktor yang sedang studi di Malaysia ini. (sic)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba".
kota
Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
kota
HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAFJakartasumut24.coAdaptasi musika
Umum
sumut24.co Medan Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 T
kota
Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan VLangkatsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada mengge
Umum
sumut24.co MedanKonsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata IndiaSumatra di Grand Mercure Hotel,
Umum
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar
kota
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan
Politik