Baca Juga:
Padangsidimpuan | Sumut24.co
Kemerdekaan Republik Indonesia tidak cukup hanya diperingati dengan upacara, pengibaran bendera Merah Putih, maupun berbagai kegiatan seremonial setiap 17 Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan amanah yang harus terus diisi melalui kerja nyata, pengabdian, persatuan, serta perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan salah seorang Pimpinan DPRD Padangsidimpuan, Rusydi Nasution, dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Rusydi, kemerdekaan yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pahlawan yang rela mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda, bahkan nyawa demi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.
"Hari ini kita berdiri sebagai bangsa yang merdeka karena pengorbanan para pahlawan. Mereka memberikan jiwa, raga, bahkan kehidupan mereka demi satu cita-cita, yaitu Indonesia yang berdaulat, bersatu dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Rusydi.
Ia menegaskan, bentuk perjuangan generasi saat ini tentu berbeda dengan perjuangan para pendahulu bangsa. Jika dahulu para pahlawan berjuang mengusir penjajah dengan senjata, maka tantangan bangsa Indonesia hari ini hadir dalam bentuk persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, ketimpangan, kemiskinan, hingga persoalan tata kelola pemerintahan.
Karena itu, Rusydi menilai semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
"Perjuangan kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah. Perjuangan kita adalah melawan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, korupsi, kesenjangan dan berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan bangsa," katanya.
Pimpinan Partai Gerindra Padangsidimpuan itu mengatakan, masa depan Indonesia tidak boleh berhenti sebagai sebuah harapan. Masa depan harus dibangun secara bersama-sama melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, persatuan dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ia berharap semangat tersebut juga tumbuh dari daerah, termasuk Kota Padangsidimpuan.
Menurutnya, kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih besar apabila masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.
"Dari Kota Padangsidimpuan, mari kita teguhkan semangat bahwa kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan. Anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan yang layak. Para pemuda harus memiliki kesempatan untuk berkarya. Para petani, pedagang, nelayan, pekerja dan seluruh masyarakat harus merasakan bahwa negara hadir dan bekerja untuk mereka," ungkapnya.
Rusydi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah. Perbedaan pilihan politik, pandangan maupun latar belakang merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.
Baginya, persatuan menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan, khususnya di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
"Boleh berbeda pilihan dan pandangan, bahkan berbeda latar belakang. Tetapi ketika Merah Putih berkibar, kita adalah satu Indonesia," tegasnya.
Selain mengajak masyarakat menjaga persatuan, Rusydi juga mengingatkan pentingnya merawat demokrasi. Menurut dia, demokrasi harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi sarana bersama dalam mencari solusi atas berbagai persoalan daerah.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persaudaraan, terlebih di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Rusydi mendorong masyarakat untuk membangun daerah melalui semangat gotong royong. Pemerintah, wakil rakyat, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha dan seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
"Persatuan harus kita rawat. Demokrasi harus kita jaga. Dan pembangunan daerah harus kita kerjakan bersama dengan semangat gotong royong," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rusydi turut menyinggung peran politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan bahwa politik semestinya ditempatkan sebagai sarana untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar arena untuk mengejar kekuasaan.
Menurutnya, jabatan politik memiliki tanggung jawab besar karena setiap kebijakan yang diambil dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
"Politik harus menjadi jalan untuk menghadirkan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan," katanya.
Rusydi optimistis Indonesia mampu melangkah menuju masa depan yang lebih maju apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen yang sama untuk membangun negeri dan memastikan pembangunan tidak meninggalkan kelompok masyarakat mana pun.
"Saya percaya Indonesia hari ini sedang menapaki perjalanan besar menuju masa depan yang lebih maju. Tugas kita adalah memastikan perjalanan itu tidak meninggalkan rakyat," imbuhnya.
Menutup pesannya dalam momentum HUT Kemerdekaan RI, Rusydi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai energi dalam menghadapi tantangan masa kini.
Ia menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah yang dirayakan setiap tahun, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian.
"Dirgahayu Republik Indonesia. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan karya, pengabdian dan keberanian. Merdeka bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diisi dengan kerja nyata," pungkasnya.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News