Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
kota
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mendorong agar berbagai hasil penelitian dan kajian ilmiah mengenai Bentang Alam Batang Toru tidak berhenti sebatas laporan akademis.
Pemkab berharap hasil kajian tersebut segera diterjemahkan menjadi rekomendasi dan kebijakan yang dapat memperkuat pemulihan pascabencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu saat menghadiri Diseminasi Hasil Studi Bentang Alam Batang Toru dan Pengembangan Pascabanjir Besar 2025 di Hotel Santika Dyandra Premier Medan, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI). Forum ini menjadi ruang untuk memaparkan hasil penelitian sekaligus membahas langkah lanjutan dalam pengelolaan kawasan Bentang Alam Batang Toru setelah bencana besar yang melanda wilayah tersebut pada 2025.
Bupati Gus Irawan menekankan pentingnya menjadikan hasil penelitian sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan dan penanganan pascabencana di Tapanuli Selatan.
Menurutnya, kajian berbasis ilmu pengetahuan dibutuhkan agar upaya pemulihan tidak hanya berorientasi pada penanganan dampak jangka pendek, tetapi juga mampu mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
"Yang paling penting adalah bagaimana hasil penelitian dan kajian ini dapat ditindaklanjuti menjadi rekomendasi serta kebijakan yang konkret, sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat," ujar Gus Irawan.
Gus Irawan menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025 memberikan dampak besar terhadap wilayah Tapanuli Selatan. Sejumlah kawasan yang berada di sepanjang aliran Sungai Batang Toru, Sungai Garoga dan beberapa sungai lainnya menjadi wilayah yang mengalami dampak signifikan.
Banjir bandang dan tanah longsor tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul sektor pertanian, perkebunan dan permukiman masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, bencana pada November 2025 mengakibatkan 95 orang meninggal dunia serta menyebabkan kerusakan pada lebih dari 3.000 hektare lahan persawahan.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian serius karena sektor pertanian merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat di Tapanuli Selatan. Selain lahan persawahan, sejumlah area perkebunan dan permukiman warga juga terdampak bencana.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan kondisi lingkungan dan kawasan hulu sungai mampu mendukung pengurangan risiko bencana.
Bentang Alam Batang Toru memiliki nilai penting dari sisi ekologis maupun sosial. Karena itu, menurut Gus Irawan, pengelolaan kawasan tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan konservasi, pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat.
Kajian ilmiah dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk memahami kondisi kawasan secara lebih komprehensif, termasuk faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap risiko banjir dan longsor.
Pemkab Tapsel berharap rekomendasi dari para peneliti dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program rehabilitasi lingkungan, penataan kawasan, mitigasi bencana serta pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan pascabencana diharapkan tidak sekadar memulihkan kondisi yang rusak, tetapi juga membangun sistem yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Diseminasi hasil studi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, Kepala Bappeda Tapsel Chairul Rizal Lubis, Kepala BPBD Tapsel Zulkarnain Siregar, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mahyuddin Ritonga serta Kepala BBKSDA Sumatera Utara Novita Kusumawardani.
Hadir pula Prof. Jatna Supriatna dari I-SER UI bersama sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Nasional (UNAS).
Selain unsur pemerintah dan akademisi, kegiatan juga melibatkan organisasi nonpemerintah (NGO), pemerhati lingkungan serta pegiat konservasi.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk membangun perspektif bersama mengenai masa depan Bentang Alam Batang Toru. Pemerintah membutuhkan dukungan data ilmiah, sementara para peneliti dan pemerhati lingkungan juga memerlukan sinergi dengan pemerintah daerah agar rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan.
Pemkab Tapsel menilai pemulihan pascabencana dan perlindungan ekosistem tidak seharusnya ditempatkan sebagai dua agenda yang terpisah. Keduanya justru perlu berjalan beriringan.
Upaya menjaga kawasan hulu, memperbaiki daerah tangkapan air, melakukan rehabilitasi lahan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan wilayah.
Di sisi lain, masyarakat yang terdampak bencana juga membutuhkan pemulihan ekonomi agar dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.
Karena itu, hasil penelitian Bentang Alam Batang Toru diharapkan mampu memberikan pijakan yang kuat bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang tidak hanya berbasis kebutuhan pembangunan, tetapi juga mempertimbangkan daya dukung lingkungan.
Bagi Tapsel, langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan proses pembangunan ke depan tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem dan keselamatan masyarakat.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., secara resmi mengukuhkan seluruh mahasiswa ba
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengatakan kemampuan berkomunikasi menjadi
kota
sumut24.co SERGAI, Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Utara menggelar kegiatan Penanaman Tanaman Pohon Pelindung d
News
sumut24.co Nias BaratPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) gun
Umum
sumut24.co NiasWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nias Barat memb
Umum
sumut24.co MedanPemko Medan berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai bagian utama dari upaya me
kota
Pemkab Solok Teken Kerja Sama Dengan Kemenkumham dan PLN, Dorong UMKM dan Optimalisasi PAD.
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meraih penghargaan LPM Award 2026 atas dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat
kota
Menjaga Setiap Rupiah Dana BOS, Bank Sumut dan Disdik Dorong Tata Kelola Sekolah Berbasis Digital
kota