Rabu, 12 Agustus 2026

Irigasi Rusak Ancam Sawah Petani, Wabup Madina Apresiasi Respons Cepat Warga dan PT SMGP

Administrator - Rabu, 12 Agustus 2026 10:01 WIB
Irigasi Rusak Ancam Sawah Petani, Wabup Madina Apresiasi Respons Cepat Warga dan PT SMGP

Madina | Sumut24.co -
Kerusakan saluran irigasi di Desa Hutalombang, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Kerusakan tersebut dikhawatirkan mengganggu pengairan sawah yang berada di wilayah Puncak Sorik Marapi dan Lembah Sorik Marapi.

Baca Juga:

Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution turun langsung meninjau lokasi irigasi yang mengalami kerusakan pada Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Atika mengapresiasi langkah cepat masyarakat bersama PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang langsung bergerak melakukan penanganan sementara terhadap saluran irigasi.

Menurut Atika, respons cepat tersebut penting karena kerusakan irigasi berpotensi berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga. Terlebih, saluran tersebut menjadi sumber pengairan bagi ratusan hektare lahan persawahan di dua kecamatan.

"Penanganan sementara ini sangat penting karena irigasi tersebut mengaliri ratusan hektare sawah. Dengan gotong royong masyarakat dan bantuan pihak perusahaan, keluhan petani dapat teratasi sementara," kata Atika.

Atika menilai keterlibatan masyarakat dan perusahaan dalam penanganan awal menjadi bentuk kolaborasi yang diperlukan ketika fasilitas pengairan mengalami kerusakan.

Ia berharap perbaikan sementara dapat segera diselesaikan sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap terjaga dan petani tidak menghadapi risiko gagal tanam maupun gagal panen.

Perbaikan sementara ditarget rampung dua hari
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Atika menyebut pengerjaan penanganan sementara diperkirakan dapat diselesaikan dalam dua hari ke depan.

Ia hadir dalam peninjauan tersebut bersama Pj. Sekda Madina Afrizal Nasution, Plt. Kepala Dinas PUPR Sahnan Pasaribu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala BPBD Mukhsin Nasution, perwakilan PUPR Provinsi, Camat Puncak Sorik Marapi Zulhidayat, serta sejumlah kepala desa.

Atika menegaskan, percepatan penanganan dibutuhkan mengingat cakupan lahan yang bergantung pada saluran tersebut cukup luas.

Selain pemerintah, koordinasi antara camat, kepala desa, masyarakat dan pihak perusahaan dinilai menjadi bagian penting agar persoalan irigasi dapat segera diatasi.

Kerja bersama tersebut setidaknya menjadi solusi jangka pendek untuk memastikan saluran kembali berfungsi sambil menunggu langkah penanganan yang lebih permanen.

Kerusakan dinilai cukup parah
Plt. Kepala Dinas PUPR Madina Sahnan Pasaribu mengatakan kondisi irigasi yang rusak tergolong cukup parah. Karena itu, perbaikan sementara belum menjadi solusi akhir.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, kata Sahnan, sedang menyiapkan langkah untuk penanganan permanen. Salah satunya melalui usulan dukungan anggaran bersama sumber daya air (SDA) provinsi.

Pemerintah juga mengusulkan dukungan anggaran, khususnya melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT), untuk mendukung penanganan infrastruktur tersebut.

Sahnan menjelaskan, kondisi kerusakan membutuhkan pembahasan lebih lanjut agar penanganannya dapat direncanakan secara matang.

Selain itu, perbaikan permanen juga dapat dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun program prioritas pembangunan infrastruktur.

Dengan demikian, penanganan tidak berhenti pada perbaikan darurat, tetapi diarahkan untuk memperkuat kembali sistem irigasi yang menjadi penopang lahan pertanian masyarakat.

PT SMGP pastikan dukung penanganan
Sementara itu, Koordinator Community Development & Corporate Responsibility (CD&CR) PT SMGP Ade Robi memastikan pihak perusahaan ikut membantu penanganan sementara saluran irigasi tersebut.

Menurutnya, perusahaan akan membantu sekaligus memfasilitasi pengerjaan bersama masyarakat Desa Hutalombang.

"Saat ini masyarakat Desa Huta Lombang bersama pihak perusahaan telah memulai pengerjaan saluran irigasi. Ini wujud komitmen perusahaan yang selalu tanggap terhadap keluhan masyarakat di sekitar WKP," ujar Ade Robi.

Pengerjaan bersama tersebut menjadi langkah awal untuk mengatasi persoalan yang dirasakan masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan kepastian pengairan untuk lahan mereka.

Kerusakan irigasi sendiri menjadi persoalan yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan aktivitas pertanian. Dengan ratusan hektare sawah yang mendapatkan pasokan air dari saluran tersebut, gangguan pengairan berpotensi memengaruhi jadwal tanam hingga hasil produksi petani.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal kini mendorong agar penanganan sementara dapat segera tuntas, sembari menyiapkan skema perbaikan permanen melalui dukungan anggaran dan program infrastruktur.

Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan PT SMGP diharapkan dapat menjadi solusi awal untuk menjaga pengairan sawah sekaligus mencegah dampak yang lebih besar terhadap sektor pertanian di Puncak Sorik Marapi dan Lembah Sorik Marapi.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pulihkan Sawah Terdampak Banjir, Pemkab Madina Kebut Rehabilitasi 25 Hektare di Tangga Bosi III
Pupuk Benteng Tani: Dari Keraguan Petani hingga Bukti Panen Organik Berdaya Saing
Pemkab Madina Turunkan Excavator, Saipullah Nasution Tinjau Lokasi "Percepat Normalisasi Sungai Demi Sawah Petani Panyabungan Barat"
Kementan Turun Tangan! Wabup Madina Tinjau 4.498 Ha Sawah Rusak Akibat Banjir
Kakanwil Kemenagsu Terima Audiensi FOZ Sumut Bahas Perkembangan ZIS di Sumut
450 Ha Sawah terancam Pola Tanam di 3 Nagori Siborna dan Nauli Baru Simalungun
komentar
beritaTerbaru