Jumat, 31 Juli 2026

Selayang Pandang : K.H. Rivai Abdul Manap Nasution: Ulama, Pejuang, dan Pelopor Pendidikan Islam

Administrator - Jumat, 31 Juli 2026 10:40 WIB
Selayang Pandang : K.H. Rivai Abdul Manap Nasution: Ulama, Pejuang, dan Pelopor Pendidikan Islam
Pewaris Drs KH Rivai Manap Nasution, yakni Prof. Dr. Ismet Danial Nasution, drg., Ph.D., Sp.Pros, mantan Dekan FKG USU, Guru Besar USU; H. Ikrom Helmi Nasution, SH (ASN) dan Ir. H. Rizal Fahmi Nasution (ASN).foto bersama beserta isteri.

Medan - Pada 29 Juni tahun 1922, di Kampung Amplas Medan, Persisnya Senin, 31 Juli 1989 lahirlah Kiai Haji Rivai Abdul Manap Nasution. Beliau tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai-nilai keilmuan, keagamaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan yang ditempuh membentuk karakter beliau sebagai sosok yang teguh memegang prinsip, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan umat.

Baca Juga:

Ketika bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan, K.H. Rivai Abdul Manap Nasution turut mengangkat senjata sebagai pejuang dalam Laskar Medan Area Selatan. Semangat perjuangan itu tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih. Beliau kemudian mengalihkan medan juangnya ke dunia pendidikan, meyakini bahwa ilmu pengetahuan merupakan senjata paling ampuh untuk membangun peradaban.

Berangkat dari keprihatinan atas minimnya akses pendidikan Islam di kawasan perkebunan, pada 1 Mei 1950 beliau mendirikan Taman Pendidikan Islam (TPI). Lembaga ini berkembang pesat dan menjadi pelita bagi masyarakat, menjangkau berbagai daerah di Sumatera Utara, Aceh, hingga Riau. Dalam waktu relatif singkat, puluhan madrasah berhasil didirikan sebagai wujud nyata dedikasi beliau dalam mencerdaskan umat.

Komitmen beliau terhadap pendidikan tidak berhenti pada jenjang dasar. Bersama sejumlah tokoh Islam lainnya, K.H. Rivai Abdul Manap Nasution turut mendirikan Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara yang kemudian melahirkan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) pada 3 Januari 1951. Bagi beliau, pendidikan harus berkesinambungan, mulai dari madrasah hingga perguruan tinggi, karena ilmu adalah kunci kemajuan umat.

Di bidang keagamaan, beliau juga menorehkan prestasi membanggakan. Pada tahun 1951, K.H. Rivai Abdul Manap Nasution meraih Juara I Lomba Tilawatil Al-Qur'an tingkat nasional. Piala penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, K.H. Wahid Hasyim. Berkat kapasitas dan keilmuannya, beliau juga dipercaya menjadi juri Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di tingkat Provinsi Sumatera Utara maupun tingkat nasional.

Kepercayaan pemerintah kepada beliau terus berlanjut. Pada tahun 1953, beliau mendapat amanah sebagai petugas haji, sekaligus menjadi Koordinator Pendidikan Agama Perkebunan Sumatera Utara–Aceh berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perkebunan Republik Indonesia.

Untuk menopang keberlangsungan lembaga pendidikan yang didirikannya, khususnya Taman Pendidikan Islam, K.H. Rivai Abdul Manap Nasution bersama keluarga dan para sahabat membangun berbagai usaha di bidang perkebunan dan sektor lainnya. Langkah ini menjadi bukti bahwa kemandirian ekonomi merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan dakwah dan pendidikan.

Di bidang politik dan pengabdian kepada negara, beliau dipercaya menjadi Anggota DPRD Kota Medan dan DPRD Provinsi Sumatera Utara selama lima periode atau sekitar 25 tahun. Dalam perjalanan tersebut, beliau mewakili Badan Kerja Sama Ulama dan Militer, kemudian Golongan Karya (Golkar), dengan tetap membawa misi memperjuangkan kepentingan umat dan dunia pendidikan.

Selain dikenal sebagai ulama, pejuang, pendidik, dan negarawan, K.H. Rivai Abdul Manap Nasution juga meninggalkan warisan budaya yang berharga melalui karya Mars Panggilan Jihad, sebuah lagu yang membangkitkan semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan terhadap agama serta bangsa.

Jejak pengabdian K.H. Rivai Abdul Manap Nasution membuktikan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan. Warisan beliau terus hidup dalam lembaga-lembaga pendidikan yang didirikannya dan dalam semangat generasi penerus yang meneruskan cita-cita mencerdaskan umat dan membangun bangsa.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Masjid Ar Rivai Raih Penghargaan Kemenag RI, Juara III Masjid Ramah Pemudik
Doa dan Haru Warnai Tasyakuran Keberangkatan Haji Drs. Rivai Nasution, MM di Masjid Quatul Muslimin Medan
komentar
beritaTerbaru