Badan Pengelola Toba Caldera dan Besarnya Harapan Masyarakat
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Baca Juga:
- Antonius Tumanggor Sangat Apresiasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Petisah Hulu, Jadi Percontohan di Kota Medan
- Perdana, Kelurahan Terjun Bersama Babinkamtibmas dan Ormas Meminimalisir Aksi Kejahatan
- Menindak Lanjuti Gerakan Indonesia Asri, Kelurahan Terjun Bersama Ormas Menindak Lanjuti Terasli Dengan Gotong Royong
MEDAN – Desakan agar Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Syerly, dicopot dari jabatannya kembali menguat setelah video yang memperlihatkan dirinya diduga melontarkan ucapan bernada mengejek kepada warga saat menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Syerly terdengar mengucapkan, "Ciyee curhat dia bahh," ketika seorang warga sedang menyampaikan aspirasi terkait persoalan keamanan lingkungan kepada Wali Kota. Ucapan itu memicu kritik luas karena dinilai tidak mencerminkan etika seorang aparatur sipil negara yang seharusnya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan keluhan.
Viralnya video tersebut mengingatkan kembali pada aksi unjuk rasa warga Kelurahan Paya Pasir pada Desember 2025. Saat itu, puluhan warga mendatangi Kantor Camat Medan Marelan dan meminta agar Syerly dicopot karena dinilai kurang peduli terhadap masyarakat, terutama saat terjadi banjir.
Warga ketika itu menilai pelayanan dan kepedulian lurah terhadap masyarakat belum memenuhi harapan. Kini, setelah muncul video yang menuai kontroversi, tuntutan evaluasi terhadap kepemimpinan Lurah Paya Pasir kembali mencuat.
Sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Medan tidak hanya memberikan klarifikasi, tetapi juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran etika dan mengevaluasi kinerja lurah yang bersangkutan. Mereka menilai pejabat publik harus mampu menjaga sikap, menghormati masyarakat, serta membangun kepercayaan melalui pelayanan yang profesional.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Syerly terkait video yang viral tersebut maupun keputusan Pemerintah Kota Medan mengenai langkah yang akan diambil. Namun, masyarakat kini menunggu sikap tegas Pemkot Medan untuk menjawab polemik yang berkembang.
Jika tidak terbukti melanggar, keputusan pencopotan tentu menjadi kewenangan Pemerintah Kota Medan setelah melalui mekanisme dan evaluasi sesuai peraturan yang berlaku.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan membuat jus sehat. Pelatihan ini berl
News
Direktur IGOWA Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda seSumut Jangan Berhenti di Seremonial
News
JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan
News
Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama,Tekankan Target Pembangunan Terukur
News
Berbagi Bareng Indonesia hadir sebagai Wadah bagi Orang Baik Menyalurkan Kebaikannya Medansumut24.co Semangat kepedulian dan keinginan untu
News
MEDAN SUMUT24 Jajaran Polsek Medan Area mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Provinsi
Hukum
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
Wali Kota menyambut audiensi dan silaturahmi BPD HIPMI Sumut, di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia, yang digelar di CCPPU KAM
News