Program MBG Polresta Deli Serdang Menjangkau Pelajar hingga Balita
Program MBG Polresta Deli Serdang Menjangkau Pelajar hingga Balita
News
Baca Juga:
Gorontalo - Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 resmi digelar 20 sampai 24 Juni 2026 di Gor David Toni, Kabupaten Gorontalo.
Event empat tahunan yang mempertemukan organisasi petani-nelayan se-Indonesia ini dinilai menjadi momentum penting untuk kebangkitan pertanian nasional.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Rachmat Gobel menyebut PENAS XVII bukan sekadar pameran biasa Selama 5 hari, para petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha pertanian berkumpul membahas teknologi-teknologi baru dan konsep pertanian modern dalam rangka efisiensi.
"PENAS ini menjadi sangat penting sekarang ini karena ini adalah satu momentum untuk kebangkitan, menurut saya, kebangkitan daripada pertanian kita. Selama ini kita kan banyak impor, sebentar-sebentar impor, beras impor, gula impor, tapi kita kurang satu dunia satu perencanaan yang dalam membangun kemandirian pertanian kita," ujar Rahamat Gobel
Lanjut Rahmat Gobel mengatakan pertanian merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Indonesia memiliki modal besar berupa tanah luas, jumlah penduduk banyak, serta petani dan nelayan yang melimpah untuk membangun ketahanan nasional.
"Dan bicara pertanian, itu ada sebetulnya merupakan fondasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional, fondasi pertumbuhan pembangunan ekonomi nasional kita. Tidak hanya itu saja, pertanian ini merupakan suatu yang harus kita lakukan karena kita mempunyai tanah yang luas, jadi jumlah penduduk kita banyak, petani kita juga banyak, nelayan kita juga banyak, untuk membangun ketahanan nasional kita," lanjutnya.
Vietnam disebut berhasil menjaga kedaulatannya karena kekuatan petani.
"Kita lihat bagaimana Vietnam bisa berhasil, bisa melawan Amerika, karena petaninya. Dan kita bangun petani-petani kita yang memiliki semangat dan komitmen untuk bisa menjaga ketahanan pangan kita sendiri," tegasnya.
Puncak PENAS XVII pada 24 Juni 2026 dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menegaskan pentingnya PENAS sebagai ruang membangun pasokan pangan ke depan.
"Itulah makanya PENAS ini sangat penting, apalagi kalau tadi itu dikaitkan Presiden itu untuk membangun pasokan pangan kita ke depan," pungkasnya.
Suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII 2026 selama 20-24 Juni menjadi kebanggaan tersendiri bagi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Duet pimpinan daerah itu berhasil menjadikan Gorontalo pusat perhatian nasional dengan dihadiri Presiden Prabowo bersama 10 menteri kabinet, Kapolri, Panglima TNI, serta gubernur dari berbagai provinsi.
Dengan berakhirnya PENAS XVII, harapan besar disematkan agar semangat kebangkitan pertanian yang lahir dari Gorontalo ini menjadi titik balik Indonesia mengurangi impor dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Rel
Program MBG Polresta Deli Serdang Menjangkau Pelajar hingga Balita
News
MEDAN SUMUT24.CO Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara sekaligus CEO Sumut24 Group, Rianto, SH., MH atau akrab disapa
News
Siap Hadapi Musim Baru, JNE kembali mendukung Tim Cosmo JNE FC di Liga Futsal Profesional 2026/2027
kota
KETUM GARUDA 08 SYAMSUL RIZAL JIKA RUU PERAMPASAN ASET DISAHKAN, PRABOWO BISA TUNTASKAN AMANAH REFORMASI 98
kota
40 Pelajar SMK Negeri 1 Barumun Dibekali Paham AI, Kapolres Palas Soroti Ancaman Kejahatan Digital
kota
Maulid Nabi di Polres Tapsel AKBP Anton Santoso Dorong Personel Teladani Akhlak Rasulullah
kota
Soal Lahan 3.000 Hektare, Gerakan Masyarakat Anti Penindasan Desak PT Barapala Diperiksa
kota
6 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan, Bupati Paluta Reski Basyah Dorong Legalitas Aset Umat
kota
Kabar Baik! 102 Tanah Wakaf di Madina Segera Bersertifikat, Pengurusannya Gratis
kota
BKPSDM Simalungun Monitoring Administrasi Kepegawaian dan Pelayanan ASN di Dolok Batu Nanggar
kota