Sabtu, 13 Juni 2026

BNN RI Sambangi Madina, Bupati Saipullah Tegaskan Tak Bisa Sendiri Lawan Narkoba, Butuh Sinergi Forkopimda

Administrator - Rabu, 10 Juni 2026 14:20 WIB
BNN RI Sambangi Madina, Bupati Saipullah Tegaskan Tak Bisa Sendiri Lawan Narkoba, Butuh Sinergi Forkopimda
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat komitmen dalam upaya pemberantasan narkoba dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui sinergi lintas lembaga.

Komitmen tersebut mengemuka saat Pemkab Madina menerima kunjungan Direktur Alternatif Development Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Brigjen Pol. Edi Swasono, di Ruang Kerja Bupati, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang keamanan, penegakan hukum, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah rawan narkotika.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution turut menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madina Muhammad Nursaitias dan Ketua Pengadilan Negeri Husnul Tambunan yang baru dilantik untuk bertugas di Bumi Gordang Sambilan.

Bupati Saipullah Nasution mengatakan, sinergitas antar-lembaga menjadi faktor penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi daerah, khususnya dalam pemberantasan narkoba dan pengalihan fungsi lahan ganja, membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga lembaga pemberdayaan masyarakat.

"Pemkab Madina tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan pengawalan hukum dari kejaksaan dan pengadilan, serta dukungan penuh dari BNN untuk memutus mata rantai peredaran narkoba melalui program pemberdayaan masyarakat," ujar Saipullah.

Ia menegaskan, ke depan berbagai kebijakan dan regulasi daerah perlu diselaraskan dengan Forkopimda agar mampu memberikan rasa aman sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik kehadiran unsur Forkopimda dan program kerja produktif yang dibawa BNN RI.

Menurut Atika, kolaborasi yang kuat tidak hanya akan mempertegas langkah penegakan hukum, tetapi juga mampu membuka peluang pembangunan ekonomi masyarakat yang lebih baik.

"Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat pembangunan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kehadiran unsur Forkopimda yang baru diharapkan membawa energi positif bagi kemajuan Mandailing Natal," katanya.

Sementara itu, Direktur Alternatif Development Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Brigjen Pol. Edi Swasono menjelaskan bahwa kunjungannya ke Mandailing Natal merupakan bagian dari implementasi program Grand Design Alternative Development (GDAD).

Program tersebut difokuskan pada pengawasan serta penguatan alternatif mata pencaharian masyarakat di kawasan rawan tanaman ganja, termasuk di wilayah Panyabungan Timur.

Melalui program ini, BNN RI berupaya mendorong transformasi ekonomi masyarakat dengan mengalihkan profesi petani tanaman terlarang menjadi petani komoditas legal yang bernilai ekonomi tinggi.

"Kami ingin mengajak masyarakat beralih dari tanaman terlarang seperti ganja menjadi petani komoditas produktif yang sah secara hukum, sehingga mereka dapat hidup mandiri dan memiliki penghasilan yang lebih baik," jelas Edi.

Di sisi lain, Kajari Muhammad Nursaitias menegaskan kesiapan institusinya untuk bersinergi dalam mengawal pembangunan di Madina, khususnya dari sisi kepastian hukum.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah daerah sejak awal penugasannya di Mandailing Natal.

Hal senada disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Husnul Tambunan yang menyatakan komitmennya dalam menjaga kolaborasi bersama Forkopimda demi memperkuat pelayanan hukum dan menghadirkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Madina bersama Forkopimda dan BNN RI serius membangun strategi terpadu, tidak hanya untuk memberantas narkoba, tetapi juga menciptakan solusi ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah rawan peredaran narkotika.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
Bnn
beritaTerkait
Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa
BNN–Satpol PP Bongkar Bangunan Cafe di Bantaran Sungai Ular
Silaturahmi Strategis! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna dan BNNK Tapsel Kompak Lawan Narkotika
Kepala Kantor BNN Karo,Audensi Ke Pemkab.Pakpak Bharat
Brimob Polda Sumut dan BNN Gerebek Kampung Narkoba di Percut Sei Tuan
Kepala BNN Kabupaten Solok Temu Ramah dengan Wabup Solok
komentar
beritaTerbaru