Rabu, 17 Juni 2026

Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa

Administrator - Rabu, 10 Juni 2026 14:21 WIB
Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Badan Nasional Narkotika atau Badan Nasional Narkotika menargetkan Kabupaten Mandailing Natal menjadi wilayah aman dari ancaman narkoba melalui program Ketahanan Resiliensi Desa/Kelurahan berbasis Grand Design Alternative Development (GDAD).

Target tersebut disampaikan Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN melalui Direktur Alternative Development, Brigjen Pol. Edy Swasono saat melakukan kunjungan kerja ke Madina, Selasa (9/6/2026).

Menurut Edy, program GDAD dirancang sebagai langkah strategis untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Keberhasilan program ini diukur melalui Indeks GDAD atau Indeks Kerawanan Narkotika. Saat ini program memasuki tahun kedua. Pada tahun kelima nanti, pemerintah menargetkan status kerawanan wilayah turun dari zona Bahaya menjadi Waspada hingga akhirnya Aman," ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya fokus pada pencegahan narkoba, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa agar memiliki sumber penghasilan yang legal dan berkelanjutan.

Secara nasional, kata Edy, pengalihan satu penanam ganja atau tanaman terlarang dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap penyelamatan masyarakat dari ancaman narkotika.

"Berdasarkan data, pengalihan satu penanam ganja dapat menyelamatkan sekitar 400 ribu orang dari potensi penyalahgunaan narkoba serta menghemat biaya rehabilitasi hingga Rp1,2 triliun," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang digagas BNN tersebut.

Menurut Saipullah, program GDAD di Madina akan difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor kerajinan dan usaha produktif berbasis desa.

"Salah satu program yang sedang dikembangkan yakni pembuatan tusuk sate dan berbagai kerajinan lainnya. Nantinya hasil produksi masyarakat akan ditampung oleh BUMDes sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir soal pemasaran," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat cukup fokus pada proses produksi, sementara Badan Usaha Milik Desa akan bertugas membeli sekaligus memasarkan produk ke daerah yang membutuhkan.

Tidak hanya berhenti pada sektor kerajinan, Pemkab Madina juga berencana memperluas program ke bidang perkebunan seperti kopi dan tembakau guna menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

"Pemkab Madina menyambut baik inisiatif dari BNN ini. Dukungan yang diberikan tentu sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Saipullah berharap program GDAD dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi solusi nyata dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di daerah tersebut.

Melalui edukasi, pendampingan, hingga penyediaan sarana produksi, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi terjebak dalam aktivitas melanggar hukum, melainkan beralih pada usaha yang legal, produktif, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.

Program ini juga dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk KPH VIII yang turut mendukung melalui bantuan mesin pembuat tusuk sate serta penyediaan bibit tanaman produktif.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
Bnn
beritaTerkait
Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Gunakan Vape
BNN RI Sambangi Madina, Bupati Saipullah Tegaskan Tak Bisa Sendiri Lawan Narkoba, Butuh Sinergi Forkopimda
BNN–Satpol PP Bongkar Bangunan Cafe di Bantaran Sungai Ular
Silaturahmi Strategis! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna dan BNNK Tapsel Kompak Lawan Narkotika
Kepala Kantor BNN Karo,Audensi Ke Pemkab.Pakpak Bharat
Brimob Polda Sumut dan BNN Gerebek Kampung Narkoba di Percut Sei Tuan
komentar
beritaTerbaru