Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Seorang remaja laki-laki berinisial AAS (16) meninggal dunia setelah diduga mengonsumsi racun jenis herbisida, Selasa (5/5/2026).
Kejadian ini pertama kali diketahui pada pagi hari saat korban mengeluhkan rasa sakit hebat di bagian perut kepada nenek angkatnya, yang selama ini merawatnya.
Kapolsek Batang Toru, AKP P. M. Siboro, menjelaskan bahwa keluarga sempat memberikan pertolongan awal. Namun kondisi korban justru semakin memburuk dalam waktu singkat.
"Korban awalnya mengeluh sakit perut. Pihak keluarga sudah berupaya membantu, tetapi kondisinya terus menurun," ungkapnya.
Kepanikan keluarga meningkat setelah menemukan botol herbisida dan minyak makan di sekitar rumah, dengan isi yang telah berkurang cukup banyak. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa korban telah mengonsumsi zat berbahaya.
Dalam kondisi masih sadar, korban sempat menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman seperti merasa kepanasan dan meminta susu kepada keluarga. Bahkan, ia beberapa kali menyiram tubuhnya dengan air.
Melihat kondisi yang semakin kritis, keluarga segera membawa korban ke puskesmas setempat menggunakan becak untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan tenaga medis, korban masih dalam keadaan sadar saat tiba di fasilitas kesehatan. Dalam pengakuannya, ia menyebut telah meminum racun karena merasa pikirannya "sumpek".
Namun demikian, motif pasti di balik tindakan tersebut masih belum dapat dipastikan.
"Korban sempat mengaku meminum racun, tapi alasan pastinya masih dalam pendalaman," kata AKP Siboro.
Karena kondisi yang terus memburuk, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Padangsidimpuan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.30 WIB.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti turut diamankan, termasuk botol herbisida, minyak makan, dan kaleng susu yang diduga dikonsumsi korban setelah kejadian.
Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Dari hasil sementara, diketahui bahwa dalam dua pekan terakhir korban menunjukkan perubahan perilaku, seperti sering terlihat murung dan gelisah.
"Indikasi awal mengarah pada dugaan bunuh diri, namun kami masih terus melakukan pendalaman berdasarkan fakta dan keterangan saksi," jelasnya.
Diketahui, korban telah diasuh oleh nenek angkatnya selama kurang lebih tujuh tahun terakhir. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi orang tua kandungnya yang harus menghidupi delapan orang anak.
Meski tinggal terpisah, jarak rumah orang tua dan nenek korban masih berada dalam satu desa.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan Narkoba Berkedok Kandang Ayam18 Kilogram Ganja Disita dari 2 Sekawan
News
Dinas Pendidikan Kota Solok Perkuat Kompetensi Digital Guru melalui Pelatihan Google Certified Educator Level 1.
News
Wali Kota Solok Serahkan Bantuan Rp 25 Juta untuk Masjid Al Amin
News
Ditreskrimsus Polda Sumut Gagalkan Perdagangan 144 Ballpres
News
BAKOPAM SUMUT GELAR JUMAT BERKAH, IBNU HAJAR SE AJAK DERMAWAN PEDULI SESAMA
News
Ferry Salim dan Andovi da Lopez Hadir Bersama Para Pemain Taiwan di Gala Premiere The Rope Curse 4 Kuntilanak di Jakarta, Tayang di Indones
Seleb
MEDAN Pernikahan ( Mantu, red ) putri sulung CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Ri
News
Safriadi Dipercayakan Pimpin KSMI Kota Lhokseumawe
News
MEMBUKA ISTANA BAGI MEREKA YANG MEMADAMKAN API(Menghadirkan Hari Pahlawan)
News