Baca Juga:
Madina | Sumut24.co -
Pemerintah mulai mengakselerasi perbaikan infrastruktur di Mandailing Natal guna mengatasi kerusakan jalan dan jembatan yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat.
Bupati Saipullah Nasution mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah kabupaten dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Dalam konferensi pers, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat pemerintah provinsi dalam menangani kondisi infrastruktur yang dinilai sudah mendesak.
Menurutnya, perbaikan jalan bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga menyangkut kelangsungan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah tersebut.
Pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp36,5 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan strategis, termasuk jalur dari Jembatan Merah hingga Simpang Gambir serta beberapa titik di kawasan Ulu Pungkut.
Fokus pekerjaan mencakup penanganan longsor, pengaspalan di titik rawan kerusakan, serta pembenahan sistem drainase guna mencegah kerusakan berulang.
Sejumlah proyek prioritas yang akan dikerjakan meliputi perbaikan Jembatan Aek Inumon 1 dan 2, penanganan longsoran di ruas Muara Soma menuju Simpang Gambir, hingga pemeliharaan berkala jalan utama yang menghubungkan kawasan penting di Mandailing Natal.
Selain itu, ruas jalan dari Jembatan Merah ke Muara Soma serta Muara Pungkut menuju Simpang Banyak juga masuk dalam daftar penanganan karena kerap terdampak longsor.
Pemerintah menargetkan pengerjaan proyek dimulai pada pertengahan tahun, sekitar Juni atau Juli 2026, dan selesai dalam tahun anggaran yang sama.
Bupati menyebut, dampak dari perbaikan ini akan langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam efisiensi waktu perjalanan.
Selama ini, waktu tempuh menuju wilayah Natal bisa mencapai 4 hingga 5 jam akibat kondisi jalan yang rusak. Dengan adanya perbaikan, perjalanan diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 2 hingga 3 jam.
Percepatan akses tersebut diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah daerah juga optimistis bahwa perbaikan infrastruktur ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pantai barat Sumatera Utara yang selama ini terkendala akses transportasi.
Dengan dimulainya proyek ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan perubahan nyata, terutama dalam hal konektivitas dan peningkatan kualitas hidup.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan daerah secara merata dan berkelanjutan.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News