Selasa, 31 Maret 2026

Perusakan Kantor PWI Babel Bukan Kriminal Biasa, Forum Pemred MSI: Ada Indikasi Teror

Administrator - Selasa, 31 Maret 2026 18:28 WIB
Perusakan Kantor PWI Babel Bukan Kriminal Biasa, Forum Pemred MSI: Ada Indikasi Teror
Istimewa
Baca Juga:

Bangka | Sumut24.co

Aksi perusakan terhadap kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Bangka Belitung menuai kecaman keras dari berbagai kalangan insan pers. Salah satunya datang dari Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia (MSI), Dar Edi Yoga.

Ia menilai insiden yang dilakukan oleh orang tak dikenal tersebut tidak bisa dianggap sebagai tindak kriminal biasa. Menurutnya, peristiwa tersebut mengandung indikasi kuat sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers di Indonesia.

"Ini bukan sekadar perusakan fasilitas. Ada indikasi kuat bahwa ini merupakan upaya teror terhadap kerja-kerja jurnalistik. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka ini bisa menjadi ancaman nyata bagi kehidupan demokrasi di Indonesia," tegas Dar Edi Yoga dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Dar Edi Yoga meminta aparat penegak hukum untuk bergerak cepat dan serius mengusut peristiwa tersebut. Ia secara khusus mendesak Polresta Pangkalpinang agar tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik aksi tersebut.

Menurutnya, sejumlah fakta di lokasi kejadian, mulai dari kerusakan fasilitas kantor, dugaan pencurian, hingga ditemukannya tulisan bernada ancaman, mengindikasikan adanya motif yang lebih besar dibanding sekadar aksi kriminal biasa.

"Kasus ini harus diusut sampai tuntas. Tidak cukup hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga harus menemukan siapa aktor intelektual di balik kejadian ini," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh tindakan premanisme yang mencoba membungkam kebebasan pers.

"Jika tindakan seperti ini tidak direspons secara tegas, maka ini akan menjadi preseden buruk bagi perlindungan jurnalis di Indonesia," tambahnya.

Lebih jauh, Dar Edi Yoga menilai bahwa perusakan kantor organisasi wartawan bukan sekadar serangan terhadap sebuah bangunan, tetapi merupakan serangan langsung terhadap kebebasan pers.

Menurutnya, pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi yang berfungsi menyampaikan informasi kepada publik, mengawasi kekuasaan, serta memastikan transparansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, segala bentuk intimidasi terhadap wartawan maupun lembaga pers harus dilawan bersama.

"Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Jika kebebasan pers terganggu, maka masyarakat juga akan kehilangan haknya untuk mendapatkan informasi yang benar dan independen," katanya.

Ia juga menyoroti aspek keamanan bagi para jurnalis yang setiap hari bekerja di lapangan.

"Kalau kantor organisasi wartawan saja bisa dirusak dan diteror, bagaimana dengan jurnalis yang bekerja di lapangan? Ini jelas persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele," ungkapnya.

Di tengah situasi tersebut, Dar Edi Yoga mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk tetap solid dan tidak takut menghadapi berbagai bentuk tekanan atau intimidasi.

Ia menegaskan bahwa kekuatan pers terletak pada solidaritas antarjurnalis dan komitmen untuk tetap menyampaikan kebenaran kepada publik.

"Pers tidak boleh gentar. Justru di saat seperti inilah kita harus semakin kuat, semakin kompak, dan semakin solid dalam menjaga kebebasan pers," pungkasnya.

Peristiwa perusakan kantor PWI Bangka Belitung sendiri saat ini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Berbagai pihak berharap kasus tersebut dapat segera diungkap secara transparan demi menjaga keamanan serta kebebasan kerja para jurnalis di tanah air.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Proyek Kantor Lurah Kisaran Kota Rp1 Miliar Diduga Ada Mal-Administrasi, Adendum Dikhawatirkan Berbau Korupsi
Menuju HPN 2026, PWI Paluta Gas Edukasi Jurnalistik ke Kampus Tertua di Paluta
Sambut Kunjungan PWI, Kajari Sergai Harapkan Dukungan Publikasi Kinerja Kejaksaan
Polsek Sunggal Grebek Kantor Sekretariat Ormas di Sunggal Sebagai Lapak Judi Tembak Ikan
Audiensi PWI Jelang HPN, Pengadilan Negeri dan DPRD Sergai Siap Berikan Dukungan Penuh
Gemppar Kembali Lakukan Demo di Kantor Bupati, Kejari dan DPRD Asahan Meminta Copot Sekda Asahan
komentar
beritaTerbaru