Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Warga korban banjir dan longsor di Kampung Durian, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga kini masih menunggu kepastian terkait hunian tetap (huntap) dari pemerintah.
Lebih dari tiga bulan setelah bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, sejumlah keluarga masih hidup dalam ketidakpastian mengenai tempat tinggal yang aman.
Bencana banjir dan longsor tersebut meninggalkan luka mendalam bagi warga setempat. Selain merusak permukiman, peristiwa itu juga menelan korban jiwa yang tidak sedikit.
Sugiman (50), salah seorang warga Kampung Durian, mengaku hingga kini dirinya dan keluarga belum berani kembali menempati rumah mereka. Meski bangunannya tidak tertimbun longsor, lokasi rumahnya berada sangat dekat dengan bukit yang retak dan menjadi titik longsor saat bencana terjadi.
"Sejak kejadian itu kami tidak berani lagi tidur di rumah. Trauma masih terasa, apalagi longsor yang terjadi menelan 22 korban jiwa, dan delapan di antaranya merupakan keluarga dekat kami," ujar Sugiman, Kamis (6/3/2026).
Menurut Sugiman, sebelum bencana terjadi terdapat 19 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Durian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 rumah mengalami dampak langsung akibat banjir dan longsor.
Sebagai upaya penanganan pascabencana, pemerintah merencanakan pembangunan hunian tetap bagi para korban. Lokasi pembangunan huntap tersebut berada di Dusun Taman Sari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru.
Namun, Sugiman mengaku dirinya tidak termasuk dalam daftar penerima hunian tetap, meskipun sebelumnya telah didata oleh pemerintah daerah. Selain dirinya, ada tiga keluarga lain yang mengalami nasib serupa, yakni keluarga Kerman, Loso, dan Juliadi.
Padahal, menurut Sugiman, kondisi kampung mereka saat ini sudah tidak lagi aman untuk ditempati.
"Kami terpaksa meninggalkan kampung karena takut terjadi longsor susulan. Sekarang saya dan keluarga menyewa rumah di Batang Toru dengan biaya sekitar Rp300 ribu per bulan, belum termasuk listrik dan air," katanya.
Situasi tersebut membuat keempat keluarga tersebut berharap adanya kebijakan tambahan dari pemerintah agar mereka juga dapat memperoleh hunian tetap yang lebih aman.
Kepala Desa Batu Godang, Mahmudin Sihombing, membenarkan bahwa empat keluarga tersebut memang tidak tercatat sebagai penerima hunian tetap. Hal itu dikarenakan rumah mereka tidak mengalami kerusakan secara langsung saat bencana terjadi.
"Berdasarkan pendataan awal, rumah mereka tidak rusak sehingga tidak masuk dalam kategori penerima bantuan huntap," jelas Mahmudin.
Sementara itu, Camat Batang Toru, Mara Tinggi Siregar, menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah membangun sekitar 227 unit hunian tetap di Dusun Taman Sari, Desa Hapesong Baru.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 unit dialokasikan khusus bagi warga Kampung Durian yang terdampak langsung oleh bencana.
Meski pembangunan hunian tetap sedang berjalan, empat keluarga tersebut masih menunggu keputusan pemerintah terkait kemungkinan mereka mendapatkan tempat tinggal baru yang lebih aman. Hal ini mengingat kawasan Kampung Durian kini telah ditetapkan untuk direlokasi karena dinilai rawan bencana longsor.
Hingga saat ini, para korban berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang adil agar seluruh warga yang terdampak, termasuk yang merasa tidak lagi aman tinggal di lokasi lama, dapat memperoleh kepastian tempat tinggal di masa depan.zal
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota
Stafsus Menteri Koperasi Dorong Bos Teri Medan Bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur MBG
kota
Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas Calon
kota
Medan,Geo Festival (Geofest) 2026 diluncurkan untuk menandai dimulainya segala kegiatan festival yang dilaksanakan di tiga geopark, masingm
News