Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Tokoh Masyarakat Madina Waspadai Isu Kerja Sama Pengusaha Tambang dengan Oknum Pejabat
Mandailing Natal– Pasca razia terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal yang berhasil mengamankan puluhan alat berat jenis beko serta sejumlah pihak yang diduga terlibat, kini muncul isu baru yang menjadi perhatian masyarakat.
Beredar kabar bahwa akan ada pengusaha pertambanganjuga pemilik hiburan malam terbesar di Medan "As" akan bekerja sama dengan pejabat Sumut "Bo"yangbekerja sama dengan oknum pejabat daerah untuk membuka aktivitas pertambangan secara legal di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Gordang Sambilan.
Baca Juga:
- Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
- Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
- Era Baru Tata Kelola Data! Pemkab Madina Resmikan Portal SADATA MADINA
Tokoh masyarakat Mandailing Natal, H Syahrir Nasution, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai isu tersebut. Menurutnya, jangan sampai penertiban tambang ilegal justru menjadi pintu masuk bagi kepentingan kelompok tertentu untuk menguasai sumber daya alam daerah.
"Belakangan berkembang isu bahwa akan ada pengusaha pertambangan bekerja sama dengan pejabat daerah untuk membuka pertambangan secara legal. Masyarakat harus waspada, jangan sampai ini hanya menjadi modus untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," ujar H Syahrir Nasution kepada wartawan.
Ia bahkan menyinggung adanya dugaan bahwa razia PETI yang dilakukan sebelumnya bisa saja dimanfaatkan sebagai momentum untuk membuka jalan bagi pengusaha tertentu masuk dan mengeksplorasi sumber daya alam di Mandailing Natal.
"Jangan sampai razia PETI kemarin justru menjadi pesanan agar ada pengusaha tertentu yang kemudian mendapat kesempatan mengeksplorasi kekayaan alam di Bumi Gordang Sambilan," katanya.
Meski demikian, Syahrir menegaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya tidak menolak investasi selama dilakukan secara transparan, sesuai aturan, serta benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Ia juga meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk bersikap terbuka serta memastikan tidak ada praktik kolusi dalam pengelolaan sumber daya alam di Mandailing Natal.
"Masyarakat Madina ingin kekayaan alam daerah ini dikelola secara adil dan bertanggung jawab, bukan hanya untuk keuntungan segelintir orang," tegasnya.
Syahrir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawasi kebijakan terkait pengelolaan pertambangan agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun konflik sosial di tengah masyarakat Bumi Gordang Sambilan.red
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota