Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Kehadiran TNI di tengah masyarakat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0212/Tapsel bukan sekadar tentang semen dan batu, atau pembangunan fisik jalan dan jembatan. Lebih dari itu, TMMD adalah tentang ikatan emosional dan kemanunggalan yang nyata antara prajurit dengan warga desa.
Pemandangan hangat terlihat di Pekan Simataniari, Kelurahan Sangkunur, Rabu (04/03/2026). Di antara tumpukan sayur mayur dan riuhnya suara pedagang, tampak Pratu Ferdi Nasution, salah satu personel Satgas TMMD, sedang asyik berinteraksi dengan pedagang pasar tradisional.
Bagi masyarakat Angkola Sangkunur, hari Rabu adalah hari yang istimewa. Pasar tumpah atau yang akrab disebut "Pekan" hanya hadir sekali dalam seminggu di wilayah ini.
Inilah satu-satunya kesempatan bagi warga, termasuk para prajurit Satgas yang tinggal di rumah-rumah penduduk (orang tua asuh), untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Pratu Ferdi tidak hanya datang sebagai pembeli. Sambil memilih cabai, tomat, dan sayuran segar, ia menyapa ibu-ibu pedagang dengan ramah. Senyum tulus terpancar dari wajah sang prajurit dan pedagang, menghapus sekat antara seragam loreng dan rakyat sipil.
"Berbelanja di pekan ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan dapur, tapi momen untuk mendengar langsung cerita warga. Kami sudah merasa seperti bagian dari keluarga di sini," ujar Pratu Ferdi di sela kesibukannya.
Momen sederhana ini mencerminkan betapa kuatnya rasa kekeluargaan yang terbangun selama masa bakti TMMD. Pratu Ferdi tampak tak canggung jongkok bersanding dengan warga, memilih bahan makanan terbaik untuk dimasak bersama keluarga asuhnya di desa.
Bagi pedagang di Pekan Simataniari, kehadiran para prajurit membawa warna tersendiri. Selain membantu perputaran ekonomi lokal, keramahan para prajurit membuat suasana pasar menjadi lebih hidup dan penuh keakraban.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News