Malam Ini, Hadirilah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Istiqomah
Malam Ini, Hadirilah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Istiqomah
News
Baca Juga:
- 1976 Suara untuk EPG! Syafni Nola Putri Titipkan Harapan Besar untuk Nagari Aie Dingin di Bawah Nahkoda EPG
- Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Daerah, Pengedar, Bandar, Hingga Pemilik Gudang Diringkus
- Satres Narkoba Polres Asahan Gagalkan Pengiriman 5 Kg Sabu dan 285 Ekstasi ke Madura, Satu Kurir Diamankan
"Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar atas adanya bencana demografi dan menimbulkan kerugian besar bagi bangsa dan negara," sebut Brigjen Pol Tatar Nugroho, Kamis (26/2/2026).
Itu diungkapkan Brigjen Tatar saat konferensi pers pemusnahan 1,1 kilogram sabu dan 204 kilogram ganja hasil pengungkapan lima kasus narkotika selama periode Januari hingga Februari 2026.
Sumut memiliki angka prevelansi tertinggi di Indonesia dengan 1,5 juta korban pengguna dan penyalahgunaan narkoba.
"Jika estimasi 1 gram narkoba bisa digunakan 10 orang, jadi 1 bulan kebutuhan narkoba di Sumut mencapai 1,5 ton. Jika dikonversikan ke rupiah mencapai sekitar 1,5 triliun kerugian negara," ungkapnya.
Menurut dia, rehabilitasi menjadi solusi utama untuk menekan angka penyalahgunaan. Tanpa rehabilitasi, para korban disebut hanya memiliki dua kemungkinan masa depan yang suram.
"Jumlah pengguna narkoba seluruh Indonesia 4,1 juta jiwa yang terpapar narkoba tahun ini. Idealnya ini semua harus direhab. Faktanya, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk rehab hanya 2000 orang pertahun," katanya.
"Kalau di Sumut, 1,5 juta pengguna. Dari 12 fasilitas rehab milik BNN dan komponen swasta okupasinya hanya 20 sampai 30 persen. Sumut setahun hanya 1.000 orang yang direhab. Jadi untuk merehab 1,5 juta orang butuh berapa tahun lagi dengan anggaran yang ada?," sambungnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam perang melawan narkoba. Cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat berubah menjadi ancaman demografi apabila persoalan narkotika tidak ditangani secara serius dan menyeluruh.
Sementara, Kabid Berantas dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol Charles P Sinaga, menjelaskan, dari lima kasus yang diungkap sepanjang Januari-Februari, salah satu yang menonjol adalah pengungkapan jaringan Aceh–Sumatera hasil kolaborasi dengan BNN RI.
Dalam operasi tersebut, petugas menyita 200 kilogram ganja dan menangkap tiga tersangka, yakni RAS (30) warga Sidikalang, YSH (23) warga Kabupaten Kampar, Riau, serta DJS (28) warga Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Usai disita barang bukti narkoba 1,1 kg sabu dan 204 kg ganja dimusnahkan di mesin insinerator di BNNP Sumut.(W05)
Malam Ini, Hadirilah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Istiqomah
News
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Memulihkan kepercayaan Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
News
PB PENDAWA INDONESIA BANGUN SINERGI DENGAN IMIGRASI KELAS II TPI BELAWAN
News
Rapat Paripurna Penetapan Perda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 di Hadiri Bupati Solok
News
Pengukuhan Ketua KAN Sulit Air Dihadiri Bupati Solok
News
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
News
Eks Panglima GAM Pimpin PSI Aceh
News
Ridwan Dukung GEGT MKI Sumut, Dorong Sinergi Sosialisasi Listrik Desa
News
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
News